TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Pemerintah Kamboja Sikat Judol & Online Scam, Ratusan WNI Datangi KBRI Phnom Penh Minta Dipulangkan

Reporter & Editor : AY
Selasa, 20 Januari 2026 | 10:02 WIB
Sejumlah WNI berkumpul di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh, Kamboja, Minggu (19/1/26). Foto : Ist
Sejumlah WNI berkumpul di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh, Kamboja, Minggu (19/1/26). Foto : Ist

PHNOM PENH – Operasi besar-besaran Pemerintah Kamboja terhadap sindikat judi online dan penipuan daring memicu gelombang kepulangan pekerja migran. Lebih dari 500 Warga Negara Indonesia (WNI) mendatangi KBRI Phnom Penh untuk meminta dipulangkan ke Tanah Air.

 

Duta Besar RI untuk Kamboja Santo Darmosumarto menyebut fenomena ini terjadi setelah Perdana Menteri Kamboja Hun Manet memerintahkan aparat militer dan polisi menutup seluruh markas online scam sejak 13 Januari 2026. Pejabat yang gagal bertindak terancam dicopot.

 

“Banyak sindikat panik dan membiarkan pekerjanya pergi begitu saja. Videonya bahkan viral,” ujar Dubes Santo, Senin (19/1/2026).

 

Sejak 16 Januari, jumlah WNI yang datang ke KBRI terus bertambah. Dari 243 orang, melonjak menjadi 585 orang per 18 Januari, dan diperkirakan masih akan meningkat. Kondisi mereka beragam, mulai dari paspor disita, overstay, hingga baru bekerja beberapa bulan. Namun secara umum, kondisi mereka aman dan sehat.

 

KBRI Phnom Penh telah berkoordinasi dengan otoritas Kamboja serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk mempercepat proses pemulangan. Para WNI diarahkan kembali ke Indonesia secara mandiri sesuai SOP.

 

Di Jakarta, Menteri P2MI Mukhtarudin mengingatkan bahwa online scam erat kaitannya dengan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Ia meminta masyarakat tidak tergiur jalur kerja ilegal dan selalu berangkat secara prosedural.

 

Sementara itu, media internasional melaporkan lebih dari 1.000 orang lintas negara ditangkap dalam penggerebekan di Poipet, Sihanoukville, dan wilayah lain. Sekitar 270 WNI tercatat ikut terjaring. KBRI memastikan akan memberikan pendampingan hukum dan memverifikasi status para WNI, apakah pelaku atau korban.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit