Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Tim SAR Lakukan Sujud Syukur
SULAWESI SELATAN – Operasi pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, akhirnya tuntas. Seluruh korban berhasil ditemukan setelah tujuh hari pencarian dalam kondisi medan yang ekstrem. Kabar ini disambut penuh haru oleh tim SAR gabungan yang langsung melakukan sujud syukur di Posko Komando.
Proses pencarian berlangsung berat. Kabut tebal, suhu dingin, hujan, serta kontur wilayah berupa tebing terjal dan cekungan dalam menjadi tantangan utama. Namun, kerja keras tersebut membuahkan hasil. Korban terakhir dari total 10 korban ditemukan oleh Tim Elang 5 Yonif 700 Raider Kodam XIV/Hasanuddin bersama unsur SAR lainnya.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan bahwa seluruh korban telah ditemukan, baik dalam kondisi utuh maupun berupa bagian tubuh.
“Total ada 10 jenazah yang ditemukan. Korban terakhir ditemukan pukul 08.40 WITA berdasarkan laporan tim di lapangan,” ujarnya di Posko Tompo Bulu, Balocci, Pangkep, Jumat (23/1/2026).
Andi Sultan tak kuasa menahan emosi saat menerima laporan tersebut. Perjuangan berhari-hari menembus jurang, hujan, dan kabut demi memastikan tidak ada korban yang tertinggal akhirnya terbayar.
Ia menegaskan keberhasilan operasi ini merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur, tanpa sekat institusi maupun komando.
“Saya selaku On Scene Coordinator mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim SAR gabungan serta TNI/Polri atas dukungan, tenaga, dan pikiran yang diberikan hingga operasi ini berjalan lancar,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Suasana haru menyelimuti posko setelah laporan lengkap diterima. Andi Sultan bersama Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Dody Priyo Hadi dan Asisten Perencanaan Kolonel Inf Abi Kusnianto melakukan sujud syukur dan saling berpelukan. Tepuk tangan para personel menggema di lokasi.
Kolonel Dody Priyo Hadi mengakui keberhasilan tersebut menyisakan emosi mendalam. Ketegangan yang dirasakan selama sepekan seolah runtuh saat laporan korban terakhir ditemukan diterima melalui radio.
“Alhamdulillah, di hari ketujuh seluruh korban berhasil ditemukan, termasuk sejumlah barang penting dari pesawat. Hari ini kami gunakan sandi ‘Sapu Bersih’, dan kami bersyukur operasi berjalan sesuai harapan,” ucapnya.
Ia menjelaskan medan lokasi penemuan korban terakhir sangat berbahaya. Tim harus menuruni tebing curam menyerupai alur sungai kering yang berpotensi berubah menjadi aliran deras saat hujan.
Korban terakhir ditemukan di area yang sama dengan enam korban lain, namun posisinya berada di dasar cekungan sehingga membutuhkan teknik evakuasi khusus.
“Prajurit menggunakan teknik tali-temali dan kemampuan mountaineering untuk mengangkat jenazah dari dasar jurang,” jelas Dody.
Seluruh jenazah kemudian dievakuasi menggunakan helikopter TNI AU jenis Caracal. Hingga kini, tujuh jenazah telah dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk proses identifikasi.
Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengungkapkan, Bidokkes Polri menerima 11 kantong jenazah dari lokasi kejadian.
“Satu kantong hanya berisi tulang, sehingga jumlah body pack menjadi 11 meski manifes mencatat 10 penumpang,” terangnya.
Dari proses identifikasi sementara, tiga korban telah terkonfirmasi, yakni kru pesawat Florencia Lolita Wibisono dan Esther Aprilita Sianipar, serta Deden Mulyana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Kepala Biro Laboratorium Dokkes Pusdokkes Polri Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti menambahkan proses identifikasi masih berlanjut dan diperkirakan memakan waktu sekitar satu pekan.
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 23 jam yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu


