TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Perjanjian 19 Persen Tinggal Ditandatangani

Soal Tarif, Tergantung Pertemuan Trump–Prabowo

Reporter & Editor : AY
Minggu, 08 Februari 2026 | 08:34 WIB
Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden AS Donald Trump beberapa bulan yang lalu. Foto ; Ist
Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden AS Donald Trump beberapa bulan yang lalu. Foto ; Ist

JAKARTA - Negosiasi tarif dagang Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) telah memasuki tahap akhir. Perjanjian dagang kedua negara kini tinggal menunggu pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden AS Donald Trump.

 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, perjanjian dagang tersebut merupakan kelanjutan dari joint statement kedua negara terkait penurunan tarif resiprokal bagi Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen.

 

“Tarif kita sudah diturunkan dari 32 persen ke 19 persen. Tinggal kita kunci di 19 persen melalui penandatanganan agreement,” ujar Airlangga dalam APEC Business Advisory Council (ABAC) Meeting I 2026 di Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026).

 

Namun, Airlangga belum dapat memastikan kapan pertemuan antara Prabowo dan Trump akan digelar. Saat ini, Pemerintah Indonesia masih menunggu kepastian jadwal dari Washington.

 

“Kita tunggu pengumuman dan jadwal dari Amerika,” katanya.

 

Setelah melalui negosiasi yang alot, tarif perdagangan Indonesia–AS berhasil diturunkan dari 32 persen menjadi 19 persen. Dengan tercapainya kesepakatan substansi, perjanjian perdagangan resiprokal (Agreements on Reciprocal Trade/ART) kini hanya tinggal ditandatangani oleh kedua kepala negara.

 

Usai pertemuannya dengan Perwakilan Dagang AS (United States Trade Representative/USTR) Ambassador Jamieson Greer di Washington DC, Senin (22/12/2025), Airlangga menyampaikan, perjanjian dagang tersebut ditargetkan rampung awal tahun ini.

 

Di sisi lain, pihak AS masih melakukan koordinasi internal antara USTR dan Badan Keamanan Nasional AS (National Security Agency/NSA) untuk menentukan waktu yang paling tepat bagi pertemuan Prabowo dan Trump.

 

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga menyatakan, rencana pertemuan kedua kepala negara tersebut tengah dipersiapkan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI.

 

“Nanti Pak Menlu yang akan menyampaikan. Tentunya sudah ada perbincangan dan beberapa kali pertemuan. Itu nanti akan diputuskan,” ujar Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

 

Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran Teuku Rezasyah menilai, pertemuan Prabowo dan Trump hanya tinggal menunggu waktu. Ia optimistis perjanjian tarif dagang tersebut akan segera diteken oleh kedua pemimpin negara.

 

“Dari pertemuan kami dengan Presiden Prabowo pada Rabu lalu, dapat saya pahami bahwa penandatanganan tinggal menunggu undangan dari Gedung Putih. Presiden Prabowo Subianto siap bertolak,” kata Rezasyah saat dihubungi, Sabtu (7/2/2026) malam.

 

Meski demikian, Rezasyah memandang tarif 19 persen masih berpeluang untuk diturunkan lebih lanjut. Menurutnya, peluang tersebut didorong oleh kualitas kenegarawanan Prabowo serta komitmen Indonesia dalam menerapkan praktik ekonomi berstandar tinggi.

 

“Ini merupakan kartu as Indonesia untuk negosiasi lanjutan. Diperkirakan tarif 19 persen masih bisa diturunkan hingga sekitar 17 persen,” ujarnya.

 

Rezasyah juga mengingatkan agar pemerintah tetap satu suara dengan pelaku dunia usaha. Penurunan tarif, menurut dia, diharapkan mampu memperkuat hubungan ekonomi Indonesia–AS secara lebih saling menguntungkan dalam jangka panjang.

 

Selain itu, ia mengajak, masyarakat untuk menyambut baik hubungan lintas bidang antara Indonesia dan AS yang telah terjalin lama dan berjalan positif, serta turut berkontribusi dalam menyukseskan.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit