Polisi Gandeng Puslabfor Usut Kebakaran Gudang Pestisida
SERPONG-Polres Tangsel melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri untuk menyelidiki kebakaran gudang pestisida di kawasan pergudangan Taman Tekno, Kecamatan Setu. Langkah ini dilakukan guna mengungkap penyebab pasti kebakaran sekaligus menelusuri dampak pencemaran lingkungan.
Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Wira Graha Setiawan mengatakan, pelibatan Puslabfor penting untuk memastikan sumber kebakaran, termasuk menguji kandungan zat kimia yang diduga mencemari aliran sungai di sekitar lokasi kejadian.
“Kami berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan untuk mengambil sampel. Rencananya sampel tersebut akan diperiksa di Puslabfor Bareskrim Polri,” ujar Wira, Selasa (10/2).
Selain itu, pihak kepolisian juga telah meningkatkan status penanganan perkara dengan menerbitkan Laporan Polisi (LP) model A. Langkah ini dilakukan untuk menyelidiki kemungkinan adanya unsur pidana dalam peristiwa kebakaran tersebut.
“Kami telah menerbitkan Laporan Polisi bentuk A untuk menyelidiki apakah terdapat dugaan tindak pidana terkait peristiwa kebakaran ini,” jelasnya.
Wira mengungkapkan, sejauh ini penyidik telah memeriksa lima orang saksi. Para saksi tersebut berasal dari internal perusahaan hingga pihak keamanan yang bertugas di kawasan pergudangan.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap lima saksi, terdiri dari karyawan, manajer, serta sekuriti setempat,” ungkapnya.
Diketahui, kebakaran gudang kimia tersebut pertama kali dilaporkan terjadi pada Senin (9/2) sekitar pukul 04.30 WIB. Api dengan cepat membesar lantaran di dalam gudang tersimpan berbagai bahan kimia berbahaya.
Banyaknya material kimia membuat proses pemadaman berlangsung cukup sulit. Petugas pemadam kebakaran harus bekerja ekstra untuk mengendalikan kobaran api agar tidak merambat ke bangunan lain di sekitarnya.
Kabid Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangsel, Omay Komarudin, mengatakan gudang yang terbakar merupakan gudang kimia dan pestisida. “Yang terbakar gudang kimia, gudang pestisida,” kata Omay.
Sebanyak 16 unit armada pemadam kebakaran dan sekitar 70 personel dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Setelah beberapa jam, api akhirnya berhasil dikendalikan. Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun, kerugian materiil akibat kebakaran ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Pasca kebakaran, residu bahan kimia dari lokasi kejadian dilaporkan mengalir ke saluran air hingga mencemari sungai di wilayah sekitar. Bahkan sempat beredar video yang menunjukkan aliran sungai berubah warna menjadi putih disertai aroma kimia yang menyengat.
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 15 jam yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 19 jam yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu









