TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Lenggak Lenggok Penari Muda Warnai Festival Tari Kreasi Kota Tangsel

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari selected
Rabu, 11 Februari 2026 | 10:12 WIB
Festival Seni Tari Kreasi Kota Tangsel, Rabu (11/2). (tangselpos.id/rmn)
Festival Seni Tari Kreasi Kota Tangsel, Rabu (11/2). (tangselpos.id/rmn)

CIPUTAT – Lenggak-lenggok penari muda menghiasi Plaza Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang Selatan dalam Festival Seni Tari Kreasi Kota Tangsel, Rabu (11/2). Kegiatan ini menjadi panggung ekspresi generasi muda untuk menampilkan kreativitas sekaligus menegaskan komitmen melestarikan budaya lokal di tengah derasnya arus globalisasi.

 

Festival yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel tersebut dibuka oleh Asisten Daerah (Asda) III Kota Tangerang Selatan, Dandy Priantara. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah mencurahkan tenaga dan perhatian sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan baik.

 

“Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta seluruh civitas pendidikan di Kota Tangerang Selatan. Berkat kerja keras bersama, Festival Tari Kreasi ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Dandy.

 

Dandy menegaskan, budaya nasional memiliki fungsi penting sebagai pengikat keberagaman suku dan tradisi di Indonesia. Budaya membentuk identitas bersama, menanamkan nilai toleransi, solidaritas, serta gotong royong, sekaligus menumbuhkan rasa kebangsaan di tengah masyarakat yang majemuk.

 

Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak malu mencintai dan mengembangkan budaya lokal agar tidak tergerus budaya asing. Menurutnya, anak muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam menjaga eksistensi budaya agar tetap relevan melalui kreativitas dan pemanfaatan teknologi digital.

 

“Budaya harus terus dikembangkan, bukan hanya untuk dilestarikan, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti melalui pameran, pariwisata, dan industri kreatif,” tuturnya.

 

Lebih lanjut, Dandy menyebut Kota Tangerang Selatan sebagai kota multikultural yang kaya akan keberagaman etnis, budaya, dan agama. Perpaduan budaya Betawi, Sunda Banten, dan Tionghoa, serta hadirnya masyarakat dari berbagai daerah, menjadi kekuatan yang membentuk Tangsel sebagai kota industri dan jasa yang inklusif dan harmonis.

 

 

Sementara itu, Sekretaris Dindikbud Tangsel, R Billy Sukarsana, menjelaskan bahwa Festival Seni Tari Kreasi merupakan agenda tahunan yang rutin digelar dan selalu mendapat sambutan antusias dari sanggar-sanggar tari di Tangsel.

 

“Kegiatan ini diikuti siswa-siswi sanggar tari dan berlangsung dari pagi hingga sore hari. Kami berterima kasih kepada seluruh sanggar yang sangat antusias mendukung kegiatan ini,” kata Billy.

 

Ia menambahkan, peserta akan mendapatkan sertifikat, termasuk penghargaan juara harapan 1, 2, dan 3. Penilaian dilakukan oleh sejumlah juri yang kompeten di bidang seni tari.

 

“Melalui kegiatan ini, kami berharap kecintaan terhadap budaya, khususnya budaya di Kota Tangsel, semakin meningkat dan kegiatan ini dapat terus berlanjut setiap tahun,” ujarnya.

 

Kepala Bidang Kebudayaan Dindikbud Tangsel, Yana Rodiana, menyebutkan festival kali ini diikuti 15 sanggar tari, dengan masing-masing tim terdiri dari 4 hingga 7 penari berusia 12–14 tahun.

 

“Di antaranya Sanggar Puspa Swara Panji, Sanggar Tari Bougenville Tangsel, dan sanggar-sanggar lainnya. Untuk juara 1 sampai 3, kami menyiapkan uang pembinaan,” jelas Yana.

 

Festival Seni Tari Kreasi Kota Tangsel pun menjadi ruang perjumpaan antara tradisi dan kreativitas modern, sekaligus wadah pembinaan generasi muda agar terus bangga pada jati diri dan budaya daerahnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit