TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Wewangian Aromaterapi Gelar Mini Exhibition, Dorong Kemandirian Disabilitas Tangsel

Reporter: Redaksi
Editor: Ari Supriadi
Kamis, 12 Februari 2026 | 09:31 WIB
Asda II Tangsel Heru Agus Santoso meninjau stan produk aromaterapi karya disabilitas pada Mini Exhibition “Aroma Harapan Disabilitas” di Galeri UMKM Tangsel, Senin (9/2/2026). (Ist)
Asda II Tangsel Heru Agus Santoso meninjau stan produk aromaterapi karya disabilitas pada Mini Exhibition “Aroma Harapan Disabilitas” di Galeri UMKM Tangsel, Senin (9/2/2026). (Ist)

TANGERANG SELATAN – Wewangian Aromaterapi menggelar Mini Exhibition & Demo pembuatan produk aromaterapi bagi penyandang disabilitas di Kota Tangerang Selatan, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah nyata mendorong kemandirian ekonomi kelompok disabilitas melalui industri kreatif berbasis wewangian.

 

Program bertajuk “Aroma Harapan Disabilitas” ini merupakan hasil kolaborasi Wewangian Aromaterapi bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tangerang Selatan dan digelar di Gedung Galeri UMKM Tangsel.

 

Owner sekaligus Founder Wewangian Aromaterapi, Alya Cahya, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar pameran, melainkan pintu awal menuju pemberdayaan berkelanjutan.

 

“Mini exhibition ini menjadi trigger bagi kami untuk terus memberdayakan teman-teman disabilitas yang sudah mengikuti pelatihan. Wewangian hadir sebagai bentuk socialpreneur, berangkat dari kepedulian dan empati,” ujar Alya.

 

Ia menjelaskan, produk aromaterapi hasil karya penyandang disabilitas Tangsel diharapkan mampu bersaing dan menjadi varian unggulan yang dapat digunakan oleh hotel, spa, karaoke, hingga pusat kebugaran.

 

Tak hanya itu, sebagian hasil penjualan produk juga akan dikontribusikan kembali untuk mendukung keberlanjutan program pemberdayaan disabilitas.

 

“Kami ingin Aroma Harapan benar-benar menjadi simbol kemandirian, agar teman-teman disabilitas lebih berdaya, mandiri, dan mapan secara ekonomi,” jelasnya.

 

Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) II Kota Tangerang Selatan, Heru Agus Santoso, yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi atas inisiatif Wewangian Aromaterapi.

 

Menurutnya, mini exhibition dan demo pembuatan produk menjadi bukti bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi serta daya saing jika diberikan ruang dan pendampingan yang tepat.

 

“Inilah semangat inklusivitas yang terus kita dorong di Tangerang Selatan. Pembangunan harus melibatkan semua, tanpa terkecuali,” ungkap Heru.

 

Dalam kesempatan itu, Heru juga mengajak masyarakat membudayakan gaya hidup ramah lingkungan, seperti membawa tumbler sendiri dalam setiap kegiatan.

 

Ia berharap program pelatihan tidak berhenti pada proses produksi, tetapi berlanjut ke pendampingan, pengembangan produk, hingga akses pasar.

 

“Agar karya para peserta benar-benar memberi manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” tuturnya.

 

Asda II Tangsel Heru Agus Santoso bersama Kadisnaker S. Maringan, H.S berfoto bersama peserta Mini Exhibition “Aroma Harapan Disabilitas”, Senin (9/2/2026). (Ist)

 

Usai pembukaan kegiatan, Wewangian Aromaterapi menerima piagam penghargaan dari Disnaker Kota Tangerang Selatan. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Disnaker Tangsel, S. Maringan, H.S, atas kontribusi Wewangian dalam memberdayakan serta menempatkan penyandang disabilitas ke dunia kerja melalui brand wewangian tersebut.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit