Gaungkan Gerakan Indonesia ASRI Arahan Prabowo, Pemkot Tangsel Gelar Aksi Bersih-Bersih di 10 Titik
PONDOK AREN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggaungkan Gerakan Indonesia ASRI sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, dengan menggelar aksi bersih-bersih serentak di 10 titik wilayah, Jumat (13/2).
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie turun langsung memimpin kegiatan bersih-bersih di Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren. Aksi tersebut melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur kelurahan, RT/RW, kader, sekolah, hingga masyarakat setempat.
Benyamin mengatakan, aksi bersih-bersih ini tidak hanya dilakukan di satu lokasi, melainkan digelar serentak di sejumlah wilayah Tangerang Selatan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.
“Forkopimda saya sebar ke 10 titik di Tangerang Selatan. Kita didukung oleh RT, RW, sekolah, kader, dan masyarakat untuk melakukan aksi bersih-bersih bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, gerakan ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat, sekaligus menindaklanjuti arahan pemerintah pusat untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah.
“Gerakan ini akan terus kita lakukan karena ini soal pemudayaan. Bukan sekadar bersih-bersih, tetapi membudayakan Indonesia ASRI,” kata Benyamin.
Menurutnya, kegiatan bersih-bersih rencananya akan dilakukan secara rutin setiap pekan. Untuk sementara, aksi tersebut dilaksanakan setiap Jumat pagi sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat.
Selain membersihkan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi langsung kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah. Dalam setiap kegiatan, warga, pedagang, hingga pelajar diajak untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mulai memilah sampah dari sumbernya.
“Kita bukan hanya memungut dan memilah sampah, tetapi juga mengedukasi. Siapa pun yang kita temui dalam kegiatan ini diedukasi agar tidak membuang sampah sembarangan,” jelasnya.
Benyamin memastikan, gerakan bersih-bersih tetap akan berjalan selama bulan Ramadan. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan juga merupakan bagian dari nilai ibadah yang perlu terus ditanamkan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup, Rasio Ridho Sani, mengapresiasi langkah konkret yang dilakukan Pemkot Tangsel dalam menangani persoalan sampah.
Ia menilai, kegiatan tersebut sejalan dengan upaya nasional dalam pengendalian pencemaran lingkungan dan membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah sejak dari hulu.
“Membersihkan sampah harus dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu rumah, kantor, dan tempat kita beraktivitas. Kegiatan seperti ini menjadi bentuk nyata membangun kedisiplinan dan budaya peduli lingkungan,” ujar Rasio.
Menurutnya, penanganan sampah akan lebih efektif jika dilakukan sejak dari rumah tangga melalui pemilahan sampah. Sekitar 60 persen sampah organik dapat ditangani dari sumbernya, ditambah 30 persen melalui pemilahan dan pengiriman ke bank sampah.
“Kalau itu dilakukan, tinggal sekitar 10 persen sampah yang dikirim ke TPS,” jelasnya.
Rasio menilai, Tangerang Selatan memiliki potensi besar menjadi contoh nasional dalam pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat. Ia bahkan menyebut, ke depan banyak daerah dapat belajar dari langkah-langkah yang diterapkan Pemkot Tangsel.
Pemkot Tangsel berharap Gerakan Indonesia ASRI dapat menjadi kebiasaan positif masyarakat dan memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan, melalui kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu









