TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Riuh Warga Padati Jalan Berburu Takjil di Cahaya Baru Pamulang

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Kamis, 19 Februari 2026 | 18:40 WIB
Riuh warga padati jalan untuk berburu berbagai hidangan takjil di Pamulang, Kamis (19/2). Foto ::Rahman/TP
Riuh warga padati jalan untuk berburu berbagai hidangan takjil di Pamulang, Kamis (19/2). Foto ::Rahman/TP

PAMULANG – Hari pertama puasa Ramadan dimanfaatkan warga untuk berburu takjil. Seperti yang terlihat di kawasan Cahaya Baru Reni Jaya, Jalan Ganesha Raya, Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (19/1), ratusan warga memadati deretan lapak pedagang menjelang waktu berbuka.

 

Pantauan di lokasi, keramaian mulai terjadi sejak sore hari. Lapak pedagang takjil berjajar di sisi jalan dengan payung-payung berwarna mencolok. 

 

Aktivitas jual beli berlangsung ramai, bahkan kepadatan sempat meluber ke badan jalan sehingga arus lalu lintas melambat.

 

Beragam jenis takjil dijajakan pedagang untuk memenuhi kebutuhan warga di hari pertama puasa. Mulai dari gorengan seperti bakwan, risol, tahu isi, tempe goreng, hingga pastel. Tak ketinggalan aneka kue tradisional seperti klepon, lopis, kue lapis, nagasari, onde-onde, dan dadar gulung.

 

Pilihan minuman pun beragam. Pedagang menjual es cendol, es cincau, es kelapa muda, es buah, es campur, hingga es teh manis dan minuman sirup. Selain itu, tersedia pula kolak pisang, kolak ubi, kolak labu, bubur sumsum, puding, serta berbagai jajanan basah lainnya.

 

Salah satu pembeli, Fasya, mengaku rutin berburu takjil di kawasan tersebut setiap Ramadan karena pilihan makanannya lengkap dan mudah dijangkau.

 

“Iya, soalnya lengkap terus banyak pilihan. Ini saya beli gorengan, terus beli lopis juga,” kata Fasya.

 

Hal senada disampaikan warga lainnya, Rizkia. Menurutnya, berburu takjil di Cahaya Baru Reni Jaya sudah menjadi tradisi, terutama di hari pertama puasa.

 

“Setiap awal puasa pasti ke sini. Selain dekat dari rumah, pilihan takjilnya banyak,” ujar Rizkia.

 

Rizkia menambahkan, harga takjil yang dijual pedagang juga relatif terjangkau, sehingga tidak memberatkan warga.

 

“Harganya masih ramah di kantong. Dengan uang belasan ribu sudah bisa dapat beberapa macam takjil untuk berbuka,” tambahnya.

 

Keramaian di Cahaya Baru Reni Jaya menjadi pemandangan khas setiap Ramadan. Pada hari pertama puasa, antusiasme warga terlihat lebih tinggi, seiring tradisi berburu takjil yang sudah mengakar dan menjadi bagian dari suasana sore menjelang berbuka.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit