TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Selama Ramadan, Jam Belajar SD-SMP Dipangkas

Reporter: Nipal
Editor: Redaksi
Jumat, 20 Februari 2026 | 08:45 WIB
Ist.
Ist.

PANDEGLANG - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang, telah menetapkan kebijakan pemangkasan atau pengurangan jam belajar siswa selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD hingga SMP.

 

Pengurangan jam belajar tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kepala Disdikpora Nomor: 421/735-Dikpora/2025 tentang pedoman penyusunan kalender pendidikan tahun pelajaran 2025/2026 pada satuan pendidikan di lingkungan Disdikpora Pandeglang.

 

Sekretaris Disdikpora Pandeglang, Nono Suparno, mengatakan, SE tersebut telah dilayangkan pada 13 Februari 2026, dan menjadi pedoman bagi satuan pendidikan dalam mengatur kegiatan belajar mengajar selama Ramadan.

 

“Untuk bulan Ramadan ada pengurangan jam belajar. Setiap mata pelajaran dipangkas 10 menit untuk memberikan kenyamanan bagi siswa dan guru dalam menjalankan ibadah puasa,” kata Nono, Kamis (19/2).

 

Selain pemangkasan 10 menit di setiap mata pelajaran, durasi belajar harian juga turut disesuaikan. Untuk jenjang SD, waktu pembelajaran dikurangi 25 menit per jam pelajaran. Sementara untuk SMP, pengurangan mencapai 30 menit per jam pelajaran. Adapun untuk PAUD dan TK, kegiatan belajar mengajar dibatasi maksimal dua jam per hari selama Ramadan.

 

Ia menjelaskan, Disdikpora juga mengatur jadwal kegiatan selama Ramadan. “Pada 18-21 Februari 2026 ditetapkan sebagai libur awal Ramadan. 23 Februari hingga 7 Maret 2026 kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan jam yang telah disesuaikan,” jelasnya.

 

Lanjut Nono, kemudian pada 9-14 Maret 2026 diisi dengan kegiatan pesantren Ramadan atau pesantren kilat di masing-masing satuan pendidikan. 

 

“Sementara 16-28 Maret 2026 merupakan libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan belajar mengajar kembali normal mulai 30 Maret 2026,” katanya lagi.

 

Nono mengimbau seluruh kepala sekolah, guru, komite sekolah, serta orang tua untuk memperhatikan dan mematuhi ketentuan dalam surat edaran tersebut.

 

“Libur sekolah bukan berarti anak-anak tidak belajar. Biasanya di masyarakat tetap ada kegiatan keagamaan di masjid, surau atau langgar. Itu juga bagian dari pembelajaran,” tandasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit