TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Pemerintah Impor 105 Ribu Pick Up dari India untuk Operasional Kopdes, DPR Soroti TKDN

Reporter: Farhan
Editor: AY
Minggu, 22 Februari 2026 | 11:09 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

JAKARTA – Pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105.000 unit mobil pick up dari India untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp24,66 triliun.

 

Pengadaan tersebut terdiri dari 35.000 unit Scorpio pick up produksi Mahindra & Mahindra serta 70.000 unit kendaraan produksi Tata Motors, masing-masing 35.000 unit Yodha pick up dan 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck.

 

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menjelaskan, keputusan impor diambil karena harga pick up 4x4 di pasar domestik dinilai masih tinggi dan kapasitas produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan 70.000 unit dalam waktu yang ditetapkan.

 

Saat ini, 200 unit Mahindra telah tiba di Indonesia dan ditargetkan mencapai 1.000 unit hingga akhir bulan. Pemerintah menargetkan seluruh pengadaan rampung tahun ini.

 

Kebijakan ini menuai kritik dari DPR. Wakil Ketua Komisi VII DPR, Evita Nursanty, menilai anggaran sebesar itu seharusnya dapat menjadi pengungkit industri otomotif nasional. Ia mengingatkan, sesuai UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian dan Perpres Nomor 46 Tahun 2025, pengadaan pemerintah wajib mengutamakan produk dengan TKDN minimal 25 persen atau kombinasi TKDN dan bobot manfaat perusahaan minimal 40 persen.

 

Senada, Anggota Komisi VII DPR Ilham Permana menegaskan belanja negara harus memberi nilai tambah jangka panjang bagi industri nasional.

 

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) Putu Juli Ardika menyatakan kapasitas produksi pick up anggota GAIKINDO mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun dan siap memenuhi kebutuhan tersebut.

 

Ketua Umum Asosiasi Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif Indonesia (PIKKO) Rosalina Faried juga meminta impor tidak dilakukan hingga 100 persen demi menjaga ekosistem industri otomotif nasional.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit