Wabup Iing Minta Orangtua Ketatkan Pengawasan Anak
Cegah Perang Sarung & Balap Liar
PANDEGLANG - Supaya bersama-sama melakukan pencegahan terhadap perilaku tidak baik salah satunya perang sarung dan balap liar selama bulan Ramadan 1447 Hijriyah, Wakil Bupati (Wabup) Iing Andri Supriadi meminta para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya.
Menurut Wabup Iing, salah satu fenomena yang perlu diwaspadai adalah maraknya aksi perang sarung di kalangan remaja. Aktivitas tersebut, kata dia, berpotensi menimbulkan kekerasan dan menyebabkan luka.
“Salah satu yang sedang tren sekarang adalah perang sarung. Ini terlihat seperti permainan, tapi bisa serius karena berisiko menimbulkan luka dan dikhawatirkan terjadi hal yang tidak kita inginkan terhadap anak-anak kita,” kata Wabup Iing, Senin (23/2).
Mantan Anggota DPRD Pandeglang ini menilai, aktivitas tersebut bukan sekadar permainan, melainkan dapat memicu kekerasan dan menimbulkan korban luka.
“Perang sarung ini seperti bencana kecil, tapi serius. Bisa mengakibatkan luka dan dikhawatirkan terjadi hal yang tidak kita inginkan kepada anak-anak kita,” katanya.
Ia mengajak seluruh orang tua untuk menjaga serta memastikan anak-anak tidak terlibat dalam kegiatan negatif, termasuk balapan liar yang kerap muncul pada malam Ramadan. “Mari kita jaga putra-putri kita supaya tidak terlibat perang sarung dan hal-hal negatif lainnya,” harapannya.
Terkait kegiatan Sahur on the Road (SOTR), Pemerintah Kabupaten Pandeglang tidak melarang aktivitas tersebut. Namun, Iing menegaskan kegiatan itu harus diisi dengan aktivitas positif. “Selama kegiatannya positif, seperti berbagi kepada anak jalanan atau masyarakat kurang mampu, saya rasa itu sangat baik,” katanya.
Ia menekankan pentingnya memaknai kegiatan di ruang publik selama Ramadan secara bijak. “Kalau kegiatannya positif, menurut saya sah-sah saja,” ujarnya.
Iing juga meminta aparatur pemerintah mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga RT/RW turut aktif memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya para orang tua dan remaja, agar menghindari aktivitas negatif.
“Kami menghimbau para aparatur pemerintah di tingkat desa, kecamatan, dan RT/RW untuk bersama-sama mengingatkan agar anak-anak kita tidak berkegiatan negatif,” pungkasnya.
Sementara, Kabagops Polres Pandeglang, AKP Abdul Rahman Taufik mengatakan, pihaknya tidak akan mentolerir kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“Yang jelas itu adalah atensi yang sangat dihimbau untuk tidak dilaksanakan oleh muda-mudi. Apabila ditemukan nanti akan kita amankan orang-orangnya, kemudian kita beri himbauan dan dikembalikan kepada orang tuanya,” katanya.
Untuk mengantisipasi perang sarung dan balapan liar, Polres Pandeglang meningkatkan patroli, terutama pada jam rawan. Sebanyak 15 regu diterjunkan setiap hari, mulai pukul 01.00 WIB hingga 03.00 WIB.
“Sejak sebelum Ramadan hingga selama Ramadan kami intens melaksanakan patroli. Dari tim Samapta sekitar 7 sampai 10 personel dibagi tugas. Termasuk setiap polsek juga melaksanakan pengamanan,” tandasnya.
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu




