Polisi Pantau Harga Kebutuhan Pokok
Antisipasi Penimbunan dan Kenaikan Sepihak
PANDEGLANG - Pihak Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Pandeglang, tengah memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Badak, Kabupaten Pandeglang. Monitoring dilakukan untuk memastikan stabilitas harga beras dan bahan pokok lain selama Ramadan.
Kegiatan tersebut dipimpin Iptu Alfian Yusuf bersama Ipda Ibnu Sina. Pengawasan difokuskan pada harga beras medium dan premium agar tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Iptu Alfian mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan para pedagang masih menjual beras sesuai ketentuan. Tidak ditemukan pelanggaran maupun praktik penimbunan.
“Harga beras di Pasar Badak masih sesuai HET. Untuk beras premium Rp 14.900 per kilogram dan beras medium Rp 13.500 per kilogram,” kata Alfian, Selasa (24/2).
Katanya, stok beras di pasar tersebut dalam kondisi aman. Beras yang beredar merupakan produk lokal yang dipasok dari sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang. Satgas juga tidak menemukan penjualan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di lokasi tersebut.
Selain beras, Satgas Pangan turut memantau harga komoditas lain. Harga Minyakita tercatat Rp 17.000 per liter, daging ayam potong Rp 35.000 per kilogram, dan daging sapi Rp 120.000 per kilogram.
Menurut Alfian, pengawasan rutin dilakukan sebagai bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok selama bulan puasa.
“Kegiatan monitoring ini mendukung upaya pemerintah menjaga kestabilan harga dan mencegah potensi lonjakan harga di pasaran,” pungkasnya.
Sementara, salah seorang pembeli di Pasar Badak Pandeglang, Nurmaya, mengatakan harga sejumlah kebutuhan pokok masih relatif stabil menjelang pekan pertama Ramadan. Ia mengaku belum merasakan kenaikan signifikan, terutama untuk komoditas beras dan minyak goreng.
“Alhamdulillah, untuk beras dan Minyakita harganya masih normal. Belum ada kenaikan yang terlalu terasa,” katanya.
Namun demikian, ia tetap khawatir akan kemungkinan lonjakan harga jika permintaan meningkat mendekati Idul Fitri. Menurut dia, kenaikan harga biasanya terjadi secara bertahap seiring meningkatnya daya beli masyarakat.
Nurmaya berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum terus melakukan pengawasan rutin agar harga tetap terkendali dan stok bahan pokok terjaga.
“Kalau bisa pengawasannya sering dilakukan, supaya pedagang juga tidak menaikkan harga seenaknya,” tandasnya.
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
RAMADAN | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu




