TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Bahlil: Warga Tak Perlu Panic Buying, Stok BBM Aman

Reporter & Editor : AY
Jumat, 06 Maret 2026 | 17:23 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Foto : Ist
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Foto : Ist

JAKARTA ? Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman. Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying atau menimbun BBM.

 

Hal tersebut disampaikan melalui Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia. Ia menjelaskan bahwa pasokan BBM saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk selama Ramadan hingga Lebaran Idulfitri 2026.

 

?Kami menghimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan panic buying maupun penimbunan yang justru bisa menyebabkan kelangkaan,? kata Anggia kepada wartawan, Jumat (6/3/2026).

 

Sebelumnya, antrean panjang terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Banda Aceh, Aceh. Banyak warga terlihat mengantre bahkan membawa jeriken untuk menyimpan BBM.

 

Anggia menegaskan, harga BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan meski terjadi dinamika harga minyak dunia. Pemerintah juga terus memastikan distribusi BBM berjalan lancar di berbagai daerah, terutama menjelang meningkatnya konsumsi saat Lebaran 2026.

 

?Sudah disampaikan Menteri ESDM bahwa harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan di tengah dinamika harga minyak dunia saat ini. Selain memastikan stok BBM, pemerintah juga memastikan distribusi ke berbagai daerah berjalan lancar agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,? ujarnya.

 

Sebelumnya, antrean panjang kendaraan juga terpantau di sejumlah SPBU di Kota Banda Aceh. Kondisi ini dipicu oleh pernyataan Bahlil Lahadalia yang menyebut stok BBM nasional diperkirakan hanya cukup untuk sekitar 20 hari apabila terjadi gangguan pasokan akibat konflik Iran dan Israel.

 

Berdasarkan pantauan Redaksi, fenomena panic buying sudah terlihat sejak Kamis (5/3) dan berlanjut hingga Jumat.

 

Salah seorang pengendara mobil, Saiful Kamar, menilai antrean panjang tersebut dipicu oleh faktor psikologis masyarakat yang cenderung ikut-ikutan ketika melihat orang lain mengantre.

 

?Budaya masyarakat kita ini sering ikut-ikutan. Ada orang yang antre, yang lain juga ikut. Nanti kalau tidak ikut antre takut minyaknya habis, padahal sebenarnya stok dari Pertamina aman,? ujarnya.

 

Menurut Saiful, antrean juga dipengaruhi trauma masyarakat akibat kelangkaan BBM saat bencana banjir sebelumnya. Pengalaman tersebut membuat sebagian warga merasa khawatir sehingga memilih mengantre lebih awal, apalagi menjelang arus mudik Lebaran.

 

?Mungkin juga orang-orang panik karena pengalaman bencana kemarin. Jadi ketika melihat situasi seperti ini mereka langsung mengantisipasi. Walaupun dari berita yang kita lihat stoknya masih aman, tapi karena sudah mendekati Lebaran dan ada yang mau pulang kampung, orang jadi memilih berjaga-jaga,? tambahnya.

 

Sementara itu, petugas kebersihan SPBU, Maujul Bahri, mengatakan antrean kendaraan mulai membludak sejak sekitar pukul 10.00 WIB.

 

?Saat SPBU baru dibuka sebenarnya belum ramai, bahkan ketika mobil tangki datang juga belum ada antrean. Namun beberapa jam kemudian kendaraan yang datang tiba-tiba membludak. Karena semua konsumen mengikuti antrean, kondisi tetap tertib. Saya juga membantu mengatur antrean ketika sudah sampai ke jalan agar tidak mengganggu lalu lintas,? ujarnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit