TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Jadwal Imsak
Dewan Pers

Sekolah Rakyat Di Tangsel Terapkan Konsep Prasmanan Selama Ramadan

Reporter: Idral Mahdi
Editor: Redaksi
Selasa, 10 Maret 2026 | 07:15 WIB
Lembaga pendidikan kuliner Danish Culinary School menghadirkan pendekatan baru dalam penyajian makanan bagi siswa Sekolah Rakyat Tangsel (SRMA 33 Tangsel).
Lembaga pendidikan kuliner Danish Culinary School menghadirkan pendekatan baru dalam penyajian makanan bagi siswa Sekolah Rakyat Tangsel (SRMA 33 Tangsel).

SERPONG UTARA-Lembaga pendidikan kuliner Danish Culinary School menghadirkan pendekatan baru dalam penyajian makanan bagi siswa Sekolah Rakyat Tangsel (SRMA 33 Tangsel). Inovasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas pengalaman makan para siswa sekaligus memastikan makanan yang disajikan tetap hangat dan segar.

 

Jika sebelumnya makanan dibagikan dengan menggunakan kotak makan atau ompreng, kini metode tersebut diubah menjadi konsep prasmanan layaknya penyajian makanan di hotel. Dengan sistem ini, siswa dapat mengambil makanan secara langsung dari tempat penyajian.

 

Perubahan metode penyajian ini diharapkan mampu membuat suasana makan menjadi lebih menyenangkan bagi para siswa. Selain itu, makanan yang diambil langsung dari meja prasmanan dinilai lebih terjaga kualitasnya dibandingkan jika disajikan dalam kotak makan.

 

 Founder Danish Culinary School, Taufik Hidayat Syah menjelaskan, bahwa perubahan metode penyajian tersebut tidak memengaruhi standar nutrisi yang telah ditetapkan oleh sekolah.

 

Menurutnya, seluruh menu tetap disusun berdasarkan prinsip gizi seimbang yang menjadi acuan utama dalam penyediaan makanan bagi para siswa di Sekolah Rakyat Tangsel.

 

 “Menu makanan tetap mengikuti standar gizi seimbang dari Sekolah Rakyat Tangsel. Setiap hidangan harus mengandung karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, serta buah,” jelas Taufik, Senin (9/2). 

 

 Ia menambahkan, bahwa satu porsi makanan yang disajikan harus memuat komposisi nutrisi lengkap. Hal ini bertujuan agar kebutuhan energi dan gizi siswa dapat terpenuhi dengan baik untuk mendukung aktivitas belajar mereka.

 

 Selain menghadirkan konsep penyajian baru, Danish Culinary School juga menerapkan sistem cycle menu atau menu bergilir. Melalui metode ini, variasi makanan akan terus berubah secara berkala.

 

 Strategi tersebut diharapkan dapat membuat siswa tidak merasa bosan dengan menu yang disajikan setiap hari. Dengan variasi menu yang lebih beragam, minat siswa untuk menikmati makanan juga diharapkan meningkat.

 

Sebelumnya, makanan bergizi sering dibagikan menggunakan kotak makan yang terkadang sudah tidak hangat saat sampai ke tangan siswa. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian makanan tidak dimakan dan akhirnya terbuang.

 

 “Melalui konsep prasmanan, siswa bisa langsung mengambil makanan yang masih panas dan fresh. Harapannya mereka lebih lahap dan tidak menyisakan makanan,” ujar Taufik.

 

 Menariknya, Danish Culinary School juga memberikan kesempatan kepada para siswa untuk ikut berpartisipasi dalam menentukan variasi menu makanan. Masukan dari para siswa mengenai makanan favorit mereka akan dihimpun dan dipertimbangkan untuk dimasukkan ke dalam daftar menu berikutnya.

 

 Langkah ini dilakukan agar hidangan yang disajikan tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga sesuai dengan selera para siswa.

 

“Kami menampung usulan menu dari para siswa. Jika memungkinkan, makanan favorit mereka akan kami sajikan pada hari berikutnya,” tambah Taufik.

 

 Selama bulan Ramadan, pengaturan konsumsi siswa di Sekolah Rakyat Tangsel juga disesuaikan dengan jadwal ibadah puasa.

 

 Danish Culinary School menyiapkan tiga kali makan utama serta dua kali kudapan setiap hari guna memastikan kebutuhan gizi siswa tetap terpenuhi selama menjalani puasa.

 

 Menu sahur disusun dengan komposisi nutrisi lengkap, termasuk tambahan susu dan biskuit sebagai pelengkap energi. Sementara setelah salat tarawih, siswa disediakan jajanan sehat seperti bakso Malang, mi ayam, hingga kebab yang tetap mengikuti standar nutrisi sekolah.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit