Nelayan Tenggelam Di Pantai Wanasalam Belum Ditemukan
Berjalan Hari Kedua Dilakukan Pencarian
LEBAK - Salah seorang nelayan Masriya (40) warga Kampung Karang Anyar RT/RW 005/002, Desa Muara Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, tenggelam di perairan laut pantai Wanasalam, Senin (9/3), sekitar pukul 06.30 WIB.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Tim Rescue Unit Siaga SAR Lebak, Polairud Binuangeun, Pos TNI AL Binuangeun, serta masyarakat setempat, dari hari pertama kejadian hingga saat ini hari kedua masih melakukan pencarian. Namun upaya itu belum membuahkan hasil atau masih nihil (korban belum ditemukan).
Personel Polair wilayah Binuangeun, Yadi membenarkan, salah seorang nelayan tenggelam saat melaut di sekitar perairan Kampung Kembang Ranjang. Dia menjelaskan, korban berangkat melaut pada pukul 06.00 WIB bersama seorang rekannya untuk menjaring udang dengan menggunakan alat bantu ban.
“Sekitar pukul 06.30 WIB, rekan korban bernama Asbo menyadari korban sudah tidak terlihat di sekitar lokasi. Ia hanya menemukan ban dan jaring milik korban yang mengapung di perairan tersebut. Asbo segera melaporkan kejadian itu kepada keluarga korban dan pihak terkait,” jelas Yadi, Selasa (10/3).
Kasubsie Siaga dan Operasi Basarnas Banten, Rizky Dwianto mengatakan, dari hari pertama kejadian pihaknya langsung menindaklanjuti laporan tersebut. “Tim Rescue dari Unit Siaga SAR Lebak yang berjumlah empat personel diberangkatkan menuju lokasi kejadian dari hari pertama,” katanya.
Dari hari pertama kejadian ungkapnya, pihaknya masih melakukan proses pencarian dengan kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berawan. “Tim SAR terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk menemukan korban,” katanya.
Katanya lagi, Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Banten melalui Unit Siaga SAR Lebak menggelar operasi SAR hari kedua (H.2) untuk mencari korban di sekitar lokasi kejadian yang berada pada koordinat 6°50'34.35"S 105°53'35.87"E.
“Pada pukul 07.00 WIB, tim SAR gabungan terlebih dahulu melaksanakan briefing untuk menentukan strategi pencarian. Dalam operasi tersebut, tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU),” katanya.
Dia menjelaskan, SRU 1 melakukan pencarian di perairan menggunakan rubber boat Basarnas dengan area pencarian hingga radius 3 nautical mile dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU 2 melakukan penyisiran darat dari titik lokasi kejadian ke arah barat dan timur masing-masing sejauh 1,5 kilometer.
“Sementara itu, kondisi cuaca di sekitar lokasi pencarian dilaporkan berawan. Tim SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian secara maksimal dengan harapan korban segera ditemukan,” tandasnya.
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Internasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu



