Kampung Nastar Bergeliat Jelang Lebaran, Warga Raup Peluang Ekonomi
TANGERANG - Menjelang Hari Raya Idulfitri, suasana di Kelurahan Larangan Utara, Kota Tangerang, berubah lebih sibuk dari biasanya. Dapur-dapur warga dipenuhi aktivitas produksi kue kering, dengan aroma mentega dan selai nanas yang khas menguar di seluruh lingkungan.
Wilayah ini dikenal sebagai Kampung Nastar, sentra usaha rumahan yang menjadikan nastar sebagai produk unggulan. Tradisi membuat kue Lebaran tak hanya menjadi budaya turun-temurun, tetapi juga sumber penghasilan utama bagi warga.
Salah satu pelaku usaha, Sri Kusmiati, telah menekuni bisnis ini sejak akhir 1990-an. Berawal dari kebutuhan ekonomi keluarga, ia belajar secara mandiri hingga mampu mengembangkan usaha dengan berbagai varian produk. Kini, usahanya mampu memproduksi ratusan toples per hari, terutama saat permintaan meningkat di bulan Ramadan.
Selain nastar, warga juga memproduksi kue lain seperti kastengel dan putri salju. Namun, nastar tetap menjadi favorit pelanggan. Tingginya permintaan bahkan membuat banyak pelaku usaha menutup pesanan lebih awal.
Menurut Lurah Larangan Utara, Iwan Bambang Subekti, usaha ini awalnya hanya dijalankan oleh satu warga, sebelum akhirnya berkembang dan diikuti oleh banyak lainnya. Sejak 2021, kawasan ini semakin dikenal luas, bahkan produknya telah menjangkau pasar luar negeri.
Industri rumahan ini turut membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi lokal. Warga pun berharap Kampung Nastar terus berkembang, tidak hanya sebagai pusat UMKM, tetapi juga destinasi kuliner khas yang membanggakan daerah.
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu












