TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Prabowo Dorong Kendaraan Listrik Nasional, Mobil Bensin Jadi Opsi Kalangan Mampu

Reporter & Editor : AY
Rabu, 25 Maret 2026 | 12:37 WIB
Presiden Prabowo saat rapat di Hambalang. Foto : Isy
Presiden Prabowo saat rapat di Hambalang. Foto : Isy

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto berencana mendorong penggunaan kendaraan listrik secara menyeluruh di Indonesia. Kebijakan ini tidak hanya menyasar motor dan mobil pribadi, tetapi juga mencakup kendaraan berat seperti truk hingga traktor.

 

Dalam acara “Presiden Prabowo Menjawab” yang tayang di akun YouTube pribadinya, ia menegaskan bahwa transformasi menuju kendaraan listrik merupakan bagian dari strategi besar pemerintah.

 

“Semua motor akan kita konversi menjadi motor listrik. Semua mobil, semua truk, semua traktor harus tenaga listrik,” ujarnya.

 

Meski demikian, Prabowo menyatakan masyarakat yang tetap ingin menggunakan kendaraan berbahan bakar minyak, khususnya dari kalangan mampu, tetap diperbolehkan. Namun, mereka harus membayar harga BBM sesuai harga pasar internasional.

 

“Silakan kalau yang punya Lamborghini atau Ferrari mau pakai bensin. Tapi bayar sesuai harga dunia,” tegasnya.

Menurut Prabowo, kebijakan ini akan menjadi langkah besar (game changer), baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan. Dari sisi ekonomi, penggunaan kendaraan listrik dinilai mampu menghemat pengeluaran masyarakat hingga sekitar 20 persen.

Sementara dari sisi lingkungan, ia mencontohkan keberhasilan China dalam mengurangi polusi udara melalui adopsi energi bersih.

 

Ia juga mengingat pengalamannya di Beijing beberapa tahun lalu, saat kualitas udara masih buruk. Kini, kondisi tersebut telah jauh membaik seiring dengan penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

 

WFH Dinilai Bisa Tekan Konsumsi BBM

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan berpotensi menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan.

 

Berdasarkan estimasi awal, penghematan tersebut bisa mencapai sekitar 20 persen, meski angka itu masih bersifat kasar dan belum melalui perhitungan rinci.

 

“Hitungan kasar saja, kira-kira bisa sampai 20 persen,” ujarnya.

Namun, ia mengakui bahwa tidak semua pekerjaan dapat dilakukan secara optimal dari rumah. Beberapa sektor tetap membutuhkan kehadiran fisik di tempat kerja.

 

Purbaya juga menilai, jika WFH diterapkan pada hari Jumat, maka akan tercipta akhir pekan yang lebih panjang. Hal ini berpotensi mendorong aktivitas masyarakat di rumah sekaligus meningkatkan sektor pariwisata domestik.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit