Trump Terang-terangan Incar Minyak Iran
AS - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu kontroversi. Ia secara terbuka mengakui bahwa penguasaan minyak Iran menjadi salah satu opsi dalam kebijakan tekanan terhadap Teheran, di tengah
memanasnya konflik bersama Israel.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam rapat kabinet di Gedung Putih pada Kamis (26/3/2026). Tanpa banyak basa-basi, ia menyebut bahwa kontrol terhadap sumber daya energi Iran masuk dalam pertimbangan strategis Washington.
“Ini adalah sebuah opsi. Saya tidak akan membicarakannya lebih jauh, tapi ini tetap opsi,” ujar Trump.
Ia bahkan menyinggung pengalaman AS di Venezuela sebagai contoh keberhasilan pendekatan serupa. Menurutnya, kebijakan tersebut menghasilkan keuntungan ekonomi besar bagi negaranya.
“Di Venezuela, kami bekerja sangat baik. Kami menghasilkan miliaran dolar. Sekarang Venezuela lebih baik dari sebelumnya, dan AS juga untung besar,” katanya.
Pernyataan ini semakin menguatkan dugaan bahwa konflik antara AS, Israel, dan Iran tidak semata-mata dipicu isu nuklir, melainkan juga kepentingan energi global. Pasalnya, Iran merupakan salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia.
Berdasarkan laporan Statistical Bulletin 2025 dari OPEC, Iran memiliki cadangan minyak sekitar 208,6 miliar barel—terbesar ketiga di dunia setelah Venezuela dan Arab Saudi.
Pengakuan Trump muncul menjelang tenggat ultimatum yang ia berikan kepada Iran terkait pembukaan Selat Hormuz—jalur vital perdagangan energi global.
Sebelumnya, Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi Iran jika selat tersebut tidak dibuka sepenuhnya dalam waktu 48 jam.
“Kalau Iran membuat kesepakatan yang tepat, Selat Hormuz akan dibuka. Mereka negosiator hebat. Petarung buruk, tapi jago negosiasi,” sindirnya.
Namun, ultimatum tersebut kembali ditunda. Melalui platform Truth Social pada Jumat (27/3/2026), Trump mengumumkan penangguhan serangan selama 10 hari hingga 6 April 2026.
“Sesuai permintaan Pemerintah Iran, saya menunda penghancuran pembangkit energi selama 10 hari,” tulisnya.
Trump juga mengklaim komunikasi dengan Iran masih berlangsung dan menunjukkan perkembangan positif, meski hal ini dibantah oleh pihak Teheran.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa tidak ada negosiasi formal yang terjadi. Ia menyebut komunikasi yang ada hanya sebatas pertukaran pesan.
“Ini bukan dialog atau negosiasi,” tegasnya.
Di sisi lain, Iran meningkatkan kesiapsiagaan militernya. Juru bicara militer Iran, Abolfazl Shekarchi, memperingatkan bahwa kehadiran pasukan AS di kawasan dapat menjadi target serangan.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, juga menyerukan persatuan negara-negara Muslim dalam menghadapi situasi ini. Dalam komunikasinya dengan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, ia menegaskan bahwa langkah militer Iran merupakan respons atas agresi yang diterima.
Pezeshkian juga menepis tudingan Barat terkait ambisi nuklir Iran.
“Kami tidak pernah berniat memiliki senjata nuklir. Itu hanya dalih untuk menyerang kami,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Iran menginginkan konflik segera dihentikan demi memulihkan stabilitas kawasan.
Seruan serupa datang dari Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, yang mendesak semua pihak menahan diri agar konflik tidak meluas.
“Model Gaza tidak boleh terulang di Lebanon,” tegasnya.
Sementara itu, Israel justru memperluas operasi militernya di Lebanon untuk menekan kelompok Hizbullah yang didukung Iran. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahkan mengumumkan rencana perluasan zona penyangga di perbatasan.
“Kami menciptakan zona penyangga lebih luas untuk mencegah serangan ke Israel,” ujarnya.
Di tengah ketegangan yang terus meningkat, dunia kini menanti apakah jalur diplomasi masih bisa meredakan konflik—atau justru krisis ini akan berkembang menjadi konfrontasi yang lebih luas.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu




