Doa dan Semangat Mbah Mardijiyono, Jemaah Haji 103 Tahun Asal Yogya yang Menginspirasi
MADINAH — Senyum hangat tak pernah lepas dari wajah Mbah Mardijiyono. Di usia 103 tahun, jemaah haji asal Yogyakarta itu tetap menunjukkan semangat luar biasa dalam menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Duduk di tepi kasur hotelnya di Madinah, Mbah Mardijiyono tampak menyambut setiap tamu dengan penuh keramahan. Meski fisiknya terlihat rapuh dimakan usia, sorot bahagia di matanya tetap terpancar jelas.
“Dhahar nopo mbah?” tanya salah seorang pendampingnya.
“Bubur,” jawab Mbah Mardijiyono sambil tersenyum kecil.
Karena pendengarannya sudah tidak sepeka dulu, setiap pertanyaan harus dibisikkan perlahan ke telinga kirinya oleh dr. Dini Desi, dokter yang setia mendampinginya sejak keberangkatan dari Yogyakarta.
Saat ditanya soal rahasia umur panjang, Mbah Mardijiyono menjawab dengan sederhana. Baginya, usia yang telah melewati satu abad merupakan anugerah yang patut disyukuri.
“Umur niki sing maringi Gusti Allah, kulo bersyukur mawon kaleh nikmate Gusti Allah,” ujarnya lirih.
Yang paling membuat wajahnya berbinar adalah ketika menceritakan pengalaman berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW dan beribadah di Raudhah.
“Kulo remen, seneng saget sowan ten Kanjeng Nabi Muhammad,” katanya penuh haru.
Bagi Mbah Mardijiyono, kesempatan menapakkan kaki di dekat makam Rasulullah bukan sekadar perjalanan ibadah biasa. Penantian panjang selama puluhan tahun akhirnya terbayar lunas dengan kesempatan berdoa langsung di tempat yang selama ini hanya ia impikan.
Di Raudhah, ia memanjatkan doa bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk seluruh jemaah dan petugas haji Indonesia.
“Semoga semua sehat dan hajinya diterima Allah,” ucapnya.
Perjalanan Mbah Mardijiyono pun masih berlanjut. Dari Madinah, ia bersama rombongan akan menuju Makkah untuk menunaikan rangkaian ibadah berikutnya. Sebelum tiba di Kota Suci, mereka dijadwalkan singgah di Masjid Bir Ali untuk mengambil miqat dan memulai niat umrah wajib.
Sebelumnya, Mbah Mardijiyono sempat menjalani perawatan selama tiga hari di rumah sakit di Madinah. Namun kini kondisinya sudah membaik dan dinyatakan siap melanjutkan ibadah.
Meski usia telah mencapai 103 tahun, semangat Mbah Mardijiyono justru menjadi inspirasi banyak orang. Dengan langkah pelan namun penuh keyakinan, ia membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk memenuhi panggilan suci ke Baitullah.
Nasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 17 jam yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu





