Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Artileri Israel di Lebanon, Rumah Duka Disiapkan di Kulon Progo
JAKARTA – Suasana duka menyelimuti kediaman prajurit TNI Praka Farizal Rhomadhon di RT 17, Dusun Ledok, Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejumlah persiapan telah dilakukan oleh warga setempat untuk menyambut kedatangan jenazah.
Pantauan di lokasi pada Senin (30/3/2026), warga bergotong royong membersihkan area sekitar rumah duka. Mereka tampak merapikan lingkungan, memasang tenda, serta menata kursi bagi para pelayat yang akan hadir memberikan penghormatan terakhir.
Kepala Dusun setempat, Wakidi, mengatakan bahwa prosesi penyambutan jenazah akan dilaksanakan secara militer sebelum dimakamkan.
“Persiapan ini untuk menyambut jenazah. Nantinya akan ada upacara secara militer,” ujarnya.
Sesuai permintaan keluarga, Praka Farizal akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Nambangan, Kulon Progo.
Sebelumnya, Praka Farizal dilaporkan gugur dalam serangan artileri yang menghantam pangkalan pasukan Indonesia di distrik Marjayoun, Lebanon Selatan. Insiden tersebut juga menyebabkan dua prajurit lainnya mengalami luka-luka.
Praka Farizal merupakan bagian dari Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S yang tergabung dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Ia diketahui bertugas di bawah naungan Yonif 113/JS Brigif 25/Siwah Kodam Iskandar Muda.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ia gugur pada Minggu, 29 Maret 2026 pukul 20.44 waktu setempat, atau Senin dini hari WIB, setelah terkena serangan artileri yang diduga dilancarkan oleh Israel Defense Forces (IDF) di wilayah Adshit al-Qusayr.
Pihak United Nations melalui juru bicara UNIFIL, Candice Ardiel, mengonfirmasi adanya ledakan proyektil di dekat posisi pasukan penjaga perdamaian.
“Sebuah proyektil meledak di posisi PBB dan melukai sejumlah personel,” ujarnya, tanpa merinci kondisi korban.
Wilayah Lebanon selatan memang dikenal sebagai kawasan rawan konflik, terutama di sepanjang perbatasan dengan Israel. Ketegangan dan baku tembak dilaporkan meningkat dalam beberapa bulan terakhir, sehingga memperbesar risiko bagi pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di sana.
Hingga saat ini, pihak Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Sementara itu, investigasi lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengungkap kronologi pasti kejadian.
Olahraga | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu




