Pasar Badak Pandeglang Bakal Direvitalisasi Jadi Modern
Konsep Empat Lantai Dengan Anggaran Di Atas Rp 50 Miliar
PANDEGLANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang melalui Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Pandeglang, berencana bakal merevitalisasi Pasar Badak Pandeglang.
Sebab, dinilai saat ini Pasar Badak Pandeglang kondisinya sangat memprihatinkan dan sudah tua. Maka dari itulah perlu direvitalisasi secara total agar pasar menjadi lebih modern, bersih, dan nyaman.
Kepala DKUPP Pandeglang, Bunbun Buntaran mengungkapkan, Pasar Badak Pandeglang dibangun sejak awal tahun 2000-an, dan kini telah berusia sekitar 26 tahun. “Kalau kita lihat, kondisinya sekarang sudah banyak yang bocor, lembab, dan memang perlu direvitalisasi,” kata Bunbun kepada awak media, Rabu (15/4).
Atas kondisi itu kata dia, pihaknya telah mengajukan proposal revitalisasi ke Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI. Dari tiga pasar yang diajukan, yakni Pasar Picung, Pasar Bojong, dan Pasar Badak Pandeglang, pemerintah pusat memberi sinyal untuk fokus pada Pasar Badak terlebih dahulu.
“Alhamdulillah, ada lampu hijau untuk Pasar Badak. Kita sudah lengkapi proposal dengan DED (Detail Engineering Design), FS (Feasibility Study) atau studi kelayakan, serta dokumentasi kondisi pasar,” jelasnya.
Kata Bunbun, konsep revitalisasi yang diusulkan adalah pasar modern yang tetap mengedepankan sisi humanis. Pasar tersebut diharapkan menjadi pasar yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat. “Kita ingin konsep pasar yang humanis, pasar Pancasila, bersih dan sehat. Itu yang kita harapkan ke depan,” harapannya.
Tak hanya itu, Pasar Badak Pandeglang juga akan diarahkan menjadi percontohan pasar digital di Pandeglang. Nantinya lanjut dia, para pedagang akan diedukasi untuk mulai menggunakan sistem transaksi non-tunai hingga pemasaran secara online.
“Ke depan kita dorong ada digitalisasi, bisa pakai QRIS. Pedagang juga kita edukasi agar tidak hanya menunggu pembeli, tapi bisa jualan secara online,” imbuhnya.
Dalam prosesnya, DKUPP juga telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang terkait rencana revitalisasi tersebut. Hal ini dilakukan agar pedagang memahami kondisi pasar saat ini dan pentingnya pembangunan ulang.
“Kita sudah mulai sosialisasi, hari ini juga ada sekitar 30 perwakilan pedagang yang kita undang agar mereka paham kenapa pasar ini harus direvitalisasi,” ungkapnya.
Terkait relokasi, pemerintah menyiapkan beberapa opsi lokasi sementara bagi pedagang, di antaranya di sekitar Terminal Kadubanen, Terminal Labuan, hingga Pasar Timur. “Kita tawarkan beberapa lokasi relokasi, nanti disesuaikan dengan kapasitas yang ada,” katanya.
Untuk sumber anggaran, Bunbun menyebut proyek revitalisasi kemungkinan akan melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengingat kebutuhan biaya yang cukup besar. “Kemungkinan anggaran di atas Rp 50 miliar, karena konsepnya bisa sampai empat lantai dengan kapasitas sekitar 700 sampai 800 kios,” jelasnya.
Ia menambahkan, tim dari Kementerian Perdagangan dan Kementerian PU dijadwalkan akan turun langsung ke Pandeglang pada akhir April untuk melakukan penilaian kondisi Pasar Badak Pandeglang.
“Semoga rencana ini bisa segera terealisasi, sehingga Pasar Badak bisa menjadi pasar percontohan yang modern, bersih, dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” tandasnya.
Terpisah salah seorang pedagang Pasar Badak Pandeglang, Enjen mengaku, sangat setuju akan dibangunnya pasar tersebut. Karena kondisi Pasar Badak saat ini sudah mengalami rusak parah.
“Tentu saja kami sangat mendukung jika memang akan dibangun, hal ini sesuai harapan kami para pedagang. Mudah-mudahan secepatnya terealisasi,” katanya singkat.
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu


