TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Indonesia Segera Impor Minyak Mentah dari Rusia, Pemerintah Perkuat Diversifikasi Energi

Reporter & Editor : AY
Jumat, 17 April 2026 | 15:55 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Foto : Ist
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Foto : Ist

JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan rencana impor minyak mentah (crude oil) dari Rusia akan segera terealisasi dalam waktu dekat. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa waktu lalu.

 

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pengiriman minyak mentah dari Rusia diperkirakan mulai dilakukan dalam bulan ini. Hal tersebut diperkuat setelah dirinya bertemu langsung dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev.

 

“Untuk crude, kemungkinan dalam bulan-bulan ini sudah bisa terealisasi,” ujar Bahlil di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Selain Rusia, pemerintah juga membuka peluang kerja sama impor minyak mentah dengan negara lain, termasuk Amerika Serikat. Langkah ini dilakukan sebagai strategi diversifikasi energi di tengah kondisi geopolitik global yang tidak menentu.

 

“Dalam situasi seperti sekarang, kita tidak bisa bergantung pada satu negara saja. Diversifikasi menjadi kunci agar pasokan energi nasional tetap terjaga,” tegasnya.

 

Tak hanya minyak mentah, Indonesia juga memperkuat kerja sama dengan Rusia dalam pemenuhan kebutuhan LPG. Saat ini, konsumsi LPG nasional mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun dan diproyeksikan meningkat hingga 10 juta ton seiring pertumbuhan industri, termasuk kebutuhan tambahan dari proyek petrokimia Lotte.

 

Sementara itu, produksi LPG dalam negeri baru mampu menyuplai sekitar 1,6 juta ton, sehingga ketergantungan terhadap impor masih cukup tinggi. Oleh karena itu, pemerintah terus mencari sumber pasokan baru, termasuk dari Rusia.

 

Bahlil menyebutkan, kerja sama impor LPG dengan Rusia kini telah memasuki tahap finalisasi. Pemerintah bersama Pertamina juga terus melakukan konsolidasi untuk memastikan ketersediaan energi tetap aman.

 

“Posisi stok LPG kita saat ini berada di atas standar minimum nasional, sehingga dalam kondisi aman,” pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit