TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Istana Tegaskan Keterlibatan TNI Hanya Bersifat Sementara Demi Menjaga Pasokan BBM di Sumut

Reporter: Farhan
Editor: AY
Kamis, 16 Juli 2026 | 13:22 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi. Foto : Ist
Mensesneg Prasetyo Hadi. Foto : Ist

JAKARTA – Pemerintah menegaskan langkah pelibatan prajurit TNI sebagai pengemudi sementara truk pengangkut bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Utara semata-mata dilakukan untuk memastikan distribusi energi kepada masyarakat tidak terganggu.


Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah memprioritaskan kelancaran penyaluran BBM di tengah kendala operasional yang terjadi di Medan. Menurutnya, yang terpenting adalah kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.


"Yang menjadi fokus bukan siapa yang mengemudikan kendaraan, melainkan bagaimana distribusi BBM tetap berjalan tanpa hambatan sehingga kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi," kata Prasetyo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (15/7/2026).


Sebelumnya, antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di Kota Medan akibat terganggunya distribusi BBM. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menjelaskan, kondisi tersebut dipicu persoalan internal perusahaan transportir setelah terjadinya pemecatan massal terhadap sopir truk pengangkut BBM.


Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkoordinasi dengan TNI dan Polri guna menyiapkan personel sebagai pengemudi sementara hingga proses perekrutan sopir baru rampung.


"TNI dan Polri membantu pengamanan sekaligus menyiapkan personel untuk menggantikan sementara pengemudi yang belum tersedia. Ini merupakan langkah darurat agar distribusi BBM kembali normal," ujar Bobby.


Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan stok BBM dalam kondisi aman. Gangguan yang terjadi, menurut perusahaan, lebih disebabkan penataan ulang pola distribusi bersama mitra transportasi.


Untuk mempercepat penyaluran, Pertamina menerapkan sejumlah langkah darurat, antara lain mengoperasikan Fuel Terminal Medan selama 24 jam penuh, menambah 35 unit mobil tangki melalui skema spot charter, memperkuat awak mobil tangki (AMT) dengan dukungan personel Bekang TNI dan Kodam I/Bukit Barisan, serta mengoptimalkan pasokan dari Fuel Terminal Kisaran, Fuel Terminal Siantar, dan Integrated Terminal Lhokseumawe.


Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan seluruh upaya percepatan distribusi dilakukan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan.


"Kami terus melakukan berbagai langkah agar penyaluran BBM ke masyarakat kembali optimal. Dukungan armada dan personel tambahan diharapkan dapat mempercepat distribusi ke seluruh SPBU," ujar Fahrougi.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit