TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Pansus RTRW DPRD Tangsel Temukan Aliran Kali Berubah Di Pondok Aren

Reporter: Idral Mahdi
Editor: Redaksi
Rabu, 22 April 2026 | 10:35 WIB
Pansus Raperda RTRW DPRD Kota Tamgsel saat lakukan peninjauan lagsung ke kawasan pengembang Bintaro terkait ada singa yang hilang.
Pansus Raperda RTRW DPRD Kota Tamgsel saat lakukan peninjauan lagsung ke kawasan pengembang Bintaro terkait ada singa yang hilang.

PONDOK AREN-Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DPRD Tangerang Selatan (Tangsel) menemukan adanya perubahan signifikan pada aliran Kali Ciputat di kawasan Pondok Jaya, Kecamatan Pondok Aren.

 

Temuan tersebut didapat setelah Pansus melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik di kawasan Pondok Aren, Selasa (21/4).

 

Ketua Pansus RTRW DPRD Tangsel, Ahmad Syawqi mengatakan, aliran kali yang seharusnya melintas di kawasan tersebut diduga hilang atau berubah fungsi.

 

“Alirannya harus melintas di area yang sekarang jadi mal dan melintasi area stasiun, tetapi alirannya tidak bergerak. Kita tadi juga didampingi Kepala Bidang SDA, dia juga enggak tahu,” kata Syawqi.

 

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan persoalan banjir yang kerap melanda wilayah Pondok Aren.

 

Syawqi menegaskan, pihaknya akan segera memanggil pengembang kawasan pemukiman tersebut untuk meminta penjelasan terkait perubahan fungsi aliran sungai tersebut. “Besok ada rapat dengan pengembang, Pemerintah Kota, dan SDA,” ujarnya.

 

Ia menilai, pengembalian fungsi aliran air menjadi hal yang harus dilakukan demi mendukung upaya pengendalian banjir di Tangsel. “Ya harus, karena selain ke pengendali banjir, Pondok Aren ini kan dampak banjirnya luar biasa,” ucapnya.

 

Selain itu, Pansus juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tangerang guna memastikan tidak ada endapan yang memperparah kondisi aliran air di wilayah perbatasan.

 

“Kita juga koordinasi dengan Kota Tangerang, selain aliran sungai tersebut kita memastikan bahwa endapan-endapan tidak ada di Tangsel. Nah salah satunya bangunan-bangunan pengendali banjir ataupun eksisting yang tadinya ada, harus tetap mengalir,” jelasnya.

 

Dalam peninjauan tersebut, Pansus RTRW DPRD Tangsel mengunjungi lima titik lokasi yang dinilai memiliki persoalan tata ruang. Lokasi tersebut meliputi kawasan Perumahan Serpong Lagoon, Bintaro XChange, serta kawasan pergudangan di Taman Tekno Widya dan Tekno X. 

 

“Kami Pansus tata ruang hari ini berangkat dari jam 9.00 pagi ada beberapa titik. Kita cek kawasan industri, kita bicara tentang zonasi salah satu industri perdagangan dan jasa. Ini di titik terakhir kita bicara arus sungai dan pengendalian banjir. Ada lima titik kita hari ini,” kata Syawqi.

 

Ia menambahkan, peninjauan ini bertujuan memastikan kesesuaian pemanfaatan ruang dengan aturan zonasi yang tertuang dalam Perda RTRW. “Kita di tata ruang ini dalam Perda kita mau tetap jaga fungsi-fungsi air terutama, resapan, dan zona hijau agar tetap ada,” ujarnya.

 

Menurutnya, pertumbuhan kota yang pesat tidak boleh mengesampingkan dampak lingkungan yang ditimbulkan. “Karena kita tahu kota Tangsel terus tumbuh, tapi kita tidak bisa mengesampingkan masalah-masalah yang ada impact lingkungannya,” ucapnya.

 

Syawqi juga mengungkapkan, berdasarkan penelusuran, telah terjadi perubahan aliran sungai dari yang semula lurus menjadi berbelok akibat terputusnya jalur aliran.

 

Sementara, persoalan banjir di wilayah Pondok Aren, seperti di Perumahan Pondok Maharta, juga mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. “Enggak boleh terus dibiarkan begini, dan Pemkot mesti serius mencari jalan keluarnya,” kata Dasco.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit