Tukang Bubur Ditemukan Meninggal Dunia Di Kamar Mandi
CIPUTAT-Warga Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia di sebuah lapak bubur, Selasa (5/5) pagi. Peristiwa tersebut terjadi di depan Pos Pol Serua, Jalan Aria Putra.
Penemuan jasad korban sontak menarik perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi kejadian. Korban diketahui bernama M. Sulaeman Efendi (57), seorang karyawan swasta asal Pemalang, Jawa Tengah. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di area kamar mandi lapak bubur miliknya.
Jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB oleh rekan di sekitar lokasi. Kecurigaan muncul karena korban sudah beberapa hari tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya.
Mengetahui hal tersebut, saksi kemudian berinisiatif melakukan pengecekan ke dalam lapak. Saat itulah korban ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan, pihaknya langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga. “Kami menerima laporan dari masyarakat dan langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan,” ujarnya.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB, petugas mendapati korban sudah dalam kondisi tergeletak di kamar mandi. “Berdasarkan keterangan saksi, korban terakhir terlihat pada Kamis, 30 April 2026. Karena tidak ada aktivitas, saksi kemudian melakukan pengecekan dan menemukan korban sudah meninggal dunia,” jelasnya.
Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Tangsel guna memastikan penyebab kematian korban.
Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat sakit. Tidak ditemukan unsur kekerasan,” kata Bambang.
Pihak keluarga korban juga menyampaikan bahwa almarhum memiliki riwayat penyakit Tuberkulosis (TBC) yang telah diderita selama kurang lebih tiga bulan terakhir.
Informasi tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa korban meninggal dunia karena faktor kesehatan, bukan akibat tindak kriminal. Meski demikian, polisi tetap melakukan prosedur penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.
Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak keluarga memutuskan untuk menolak proses visum dan telah membuat surat pernyataan resmi. Jenazah kemudian dibawa ke kampung halamannya di Pemalang, Jawa Tengah untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.
Polsek Ciputat Timur memastikan seluruh rangkaian penanganan telah dilakukan, mulai dari olah TKP, pemeriksaan saksi, hingga koordinasi dengan Unit Identifikasi Polres Tangsel.
“Kami telah melakukan langkah-langkah kepolisian sesuai prosedur untuk memastikan penyebab kematian korban,” tutup Bambang.
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu






