10 Titik Layanan Siaga 24 Jam di Masjid Al-Haram
MAKKAH — Pemerintah Indonesia melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 memperkuat pelayanan bagi jemaah haji dengan menyiapkan 10 titik layanan strategis di kawasan Masjid Al-Haram yang beroperasi selama 24 jam nonstop.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan, kenyamanan, serta kelancaran ibadah jemaah Indonesia di tengah padatnya aktivitas di masjid suci tersebut. Penambahan jumlah pos dari sebelumnya sembilan menjadi 10 titik merupakan respons atas meningkatnya kebutuhan pelayanan di lapangan.
Kepala Sektor Khusus Masjid Al-Haram, Latief Wibawa, mengatakan pos-pos tersebut disiapkan sebagai pusat informasi, bantuan kesehatan, hingga pendampingan ibadah bagi jemaah yang membutuhkan pertolongan.
“Titik-titik itu harus ditempatkan pos, sehingga akan membantu jemaah haji yang berada di Masjidil Haram ini,” ujar Latief kepada tim Media Center Haji (MCH) 2026 di Makkah, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, keberadaan petugas di titik-titik strategis diharapkan mampu meminimalkan berbagai kendala yang kerap dialami jemaah, terutama lansia dan penyandang disabilitas. Petugas yang ditempatkan berasal dari berbagai unsur, mulai dari tenaga kesehatan, pembimbing ibadah, hingga perlindungan jemaah.
Dengan sistem pelayanan terpadu tersebut, berbagai persoalan seperti gangguan kesehatan, kebingungan arah, hingga konsultasi tata cara ibadah dapat ditangani secara cepat langsung di lokasi.
Masalah jemaah tersesat atau terpisah dari rombongan masih menjadi tantangan utama di area Masjid Al-Haram yang sangat luas dan dipadati jutaan umat dari berbagai negara. Banyak jemaah kesulitan menemukan terminal bus atau pintu keluar setelah menyelesaikan ibadah.
Selain itu, cuaca panas ekstrem di Kota Makkah juga menjadi perhatian serius. Pos-pos layanan ini turut difungsikan sebagai tempat istirahat sementara bagi jemaah yang mengalami kelelahan maupun dehidrasi.
Tak hanya berjaga di pos, para petugas juga aktif berpatroli di sekitar area masjid. Mereka secara proaktif membantu jemaah yang terlihat kebingungan, mengarahkan ke lokasi aman, hingga membantu menuju area yang lebih teduh.
Identitas petugas dibuat mudah dikenali melalui seragam resmi. Khusus petugas di area thawaf atau Pos 4, petugas laki-laki mengenakan pakaian ihram dengan penanda khusus bertuliskan “PETUGAS HAJI INDONESIA 2026” agar tetap dapat bertugas sesuai ketentuan di area tersebut.
“Ketika melihat petugas yang menggunakan seragam, silakan temui kami, tidak usah khawatir,” kata Latief.
Pelayanan kemanusiaan juga turut diperkuat oleh para jurnalis Media Center Haji (MCH) 2026. Di sela tugas peliputan, mereka kerap membantu jemaah menemukan lokasi air Zamzam, mencari arah terminal, hingga mendampingi jemaah yang membutuhkan bantuan fisik.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 97.139 jemaah haji Indonesia telah tiba di Arab Saudi. Puluhan ribu di antaranya mulai bergerak dari Madinah menuju Kota Makkah untuk menjalani rangkaian umrah wajib.
Seiring berakhirnya penerbangan gelombang pertama ke Madinah, Pemerintah juga mulai bersiap menyambut kedatangan gelombang kedua jemaah melalui Jeddah yang diperkirakan akan meningkatkan kepadatan di kawasan Masjid Al-Haram dalam beberapa hari ke depan.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu






