TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Diungkap CIA: Iran Masih Punya Banyak Rudal, AS Dinilai Terlalu Meremehkan

Reporter: Farhan
Editor: AY
Minggu, 10 Mei 2026 | 09:02 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

IRAN - Meski terus mendapat tekanan militer dari Amerika Serikat dan Israel, Iran ternyata masih memiliki kekuatan tempur yang signifikan. Laporan terbaru badan intelijen AS, CIA, menyebut stok rudal dan kemampuan militer Teheran belum lumpuh seperti yang selama ini diklaim Washington.


Dilansir media AS The Washington Post, laporan CIA yang disampaikan ke Gedung Putih pekan ini menyebut Iran diperkirakan masih memiliki sekitar 70 persen persediaan rudal sebelum perang pecah pada 28 Februari lalu.


Selain itu, Iran juga disebut masih menguasai sekitar 75 persen peluncur rudal mobile pra-perang dan berhasil mengaktifkan kembali fasilitas penyimpanan rudal bawah tanahnya.
CIA menilai kemampuan drone dan rudal balistik Iran masih cukup kuat untuk mempertahankan konflik selama tiga hingga empat bulan ke depan.


Tak hanya dari sisi militer, Iran juga dinilai masih mampu bertahan menghadapi tekanan ekonomi akibat blokade AS di kawasan Teluk. Analisis CIA memperkirakan Teheran baru akan menghadapi krisis ekonomi serius dalam 90 hingga 120 hari mendatang.


Seorang pejabat AS bahkan menilai laporan CIA itu masih terlalu meremehkan ketahanan Iran.
“Para pemimpin Iran radikal, bertekad, dan semakin yakin mereka mampu mengalahkan tekanan politik AS,” ujar pejabat tersebut.


Bertolak Belakang Dengan Klaim Trump
Penilaian CIA itu bertentangan dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya mengklaim sebagian besar kemampuan rudal dan drone Iran telah dihancurkan.


“Sebagian besar sudah hancur. Mereka mungkin hanya memiliki sekitar 18 hingga 19 persen dari kekuatan awalnya,” kata Trump di Ruang Oval Gedung Putih, Rabu (6/5/2026).
Trump juga mengklaim blokade laut AS membuat Iran kehabisan kapasitas penyimpanan minyak, sehingga berpotensi melumpuhkan infrastruktur energi negara tersebut.


Namun sejumlah analis energi menilai Iran masih memiliki ruang bertahan, meski kapasitas penyimpanan minyaknya diperkirakan hanya cukup untuk beberapa pekan ke depan.


Perusahaan analisis energi Kpler memperkirakan Iran memiliki waktu sekitar 25 hingga 30 hari sebelum fasilitas penyimpanan minyaknya penuh.


Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan blokade tersebut dapat merugikan Iran hingga 170 juta dolar AS per hari karena minyak yang tidak terjual terus menumpuk di Pulau Kharg, terminal utama ekspor minyak Iran.


Fasilitas Nuklir Iran Masih Bertahan
Klaim AS mengenai hancurnya fasilitas nuklir Iran juga dipertanyakan. Citra satelit terbaru menunjukkan sebagian fasilitas penting masih beroperasi.


Tambang uranium Saghand dilaporkan tidak menunjukkan kerusakan berarti. Aktivitas alat berat di lokasi itu juga masih terlihat berjalan normal.
Sementara fasilitas konversi uranium di Isfahan disebut tetap berfungsi meski mengalami kerusakan di beberapa bagian.


Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, meyakini sebagian besar uranium dengan tingkat pengayaan tinggi milik Iran masih tersimpan di Isfahan.


Iran Yakin Akan Menang
Wakil Presiden Iran, Mohammad Reza Aref, menegaskan negaranya akan meraih kemenangan besar setelah menghadapi perang dan sanksi berkepanjangan.


“Rakyat Iran adalah pemenang Perang Ramadan,” ujar Aref seperti dikutip Press TV.


Istilah “Perang Ramadan” merujuk pada serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran yang dimulai saat bulan suci Ramadan.


Aref juga menegaskan Iran siap mengendalikan Selat Hormuz demi menjamin keamanan jalur pelayaran di kawasan tersebut.


Saat ini AS dan Iran diketahui masih menjalani gencatan senjata sejak 7 April lalu. Namun ketegangan tetap berlangsung, termasuk insiden saling serang di kawasan Teluk dan Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit