TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Toko Buku Lawas di Pamulang Viral, Jadi Surga Pecinta Literasi dan Pemburu Buku Langka

Oleh: Emir MG
Editor: AY
Jumat, 22 Mei 2026 | 15:55 WIB
Deretan buku-buku lawas tertata memenuhi sudut ruangan Jhon Book Store N Art di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan. Nuansa klasik berpadu dengan aroma kertas lama menghadirkan daya tarik tersendiri bagi pecinta literasi, pemburu buku bekas, hingga kolektor buku langka yang ingin menelusuri jejak cerita dari masa ke masa. Foto : Emir MG
Deretan buku-buku lawas tertata memenuhi sudut ruangan Jhon Book Store N Art di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan. Nuansa klasik berpadu dengan aroma kertas lama menghadirkan daya tarik tersendiri bagi pecinta literasi, pemburu buku bekas, hingga kolektor buku langka yang ingin menelusuri jejak cerita dari masa ke masa. Foto : Emir MG

PAMULANG – Di tengah maraknya platform digital dan menjamurnya toko buku modern, keberadaan toko buku lawas ternyata masih memiliki daya tarik kuat bagi para pecinta literasi. Salah satunya adalah Jhon Book Store N Art di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial, Jumat (22/5/2026).
Toko buku ini dikenal dengan suasananya yang khas dan unik. Tumpukan buku lawas memenuhi hampir setiap sudut ruangan, mulai dari rak-rak tinggi, lorong sempit, hingga sudut tersembunyi yang dipenuhi koleksi buku lama. Aroma khas kertas tua dan nuansa klasik justru menjadi magnet tersendiri bagi para pengunjung.


Popularitas Jhon Book Store N Art meningkat setelah sejumlah konten tentang toko tersebut viral di TikTok. Banyak warganet penasaran dengan suasana toko yang dinilai estetik, penuh nostalgia, dan berbeda dari toko buku pada umumnya.


Toko buku ini telah berdiri sejak 1991. Awalnya hanya menjual buku bekas dalam jumlah terbatas, namun seiring waktu koleksinya terus bertambah hingga memenuhi hampir seluruh ruangan toko.


Pemilik toko, Jhon, mengaku tak menyangka usahanya kini mendapat perhatian luas dari masyarakat setelah beberapa pengunjung mulai membuat konten di tokonya.


“Awalnya biasa saja. Setelah ada yang bikin konten TikTok di sini, pengunjung jadi semakin ramai,” ujarnya.


Beragam jenis buku tersedia di tempat ini, mulai dari novel, buku sejarah, buku pelajaran, komik lawas, hingga koleksi buku langka yang sudah sulit ditemukan di toko buku biasa.


Selain koleksinya yang beragam, harga buku yang ditawarkan juga relatif terjangkau. Pengunjung bisa mendapatkan buku mulai dari belasan ribu rupiah, tergantung kondisi dan jenis buku.


Tak sedikit pengunjung datang bukan hanya untuk membeli buku, tetapi juga menikmati suasana klasik yang ditawarkan toko tersebut.


“Sekarang banyak anak muda datang ke sini. Ada yang cari buku, ada juga yang sekadar lihat-lihat atau foto-foto,” kata Jhon.


Sensasi mencari buku di tengah tumpukan koleksi lawas membuat banyak pengunjung merasa seperti sedang berburu harta karun. Beberapa di antaranya bahkan datang khusus untuk mencari buku tertentu yang sudah tidak lagi dicetak.


Keberadaan toko buku lawas seperti Jhon Book Store N Art menjadi bukti bahwa minat masyarakat terhadap buku fisik masih tetap bertahan di era digital. Bagi sebagian orang, pengalaman memegang buku secara langsung dan menelusuri rak-rak penuh koleksi lama tetap menghadirkan sensasi yang tak tergantikan oleh layar digital.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit