TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Tangsel Borong Dua Penghargaan BI, Digitalisasi Keuangan Daerah Diakui Nasional

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Jumat, 22 Mei 2026 | 23:45 WIB
Dua penghargaan tersebut yakni kategori Pemerintah Daerah dengan Rasio PDRD Non Tunai Tertinggi, serta Pemerintah Daerah dengan Utilisasi Pembayaran Digital Tertinggi.(ist)
Dua penghargaan tersebut yakni kategori Pemerintah Daerah dengan Rasio PDRD Non Tunai Tertinggi, serta Pemerintah Daerah dengan Utilisasi Pembayaran Digital Tertinggi.(ist)

PONDOK AREN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan kembali menorehkan prestasi di bidang digitalisasi keuangan daerah. Dalam ajang Shafara dan Digiwara 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten di kawasan Bintaro, Jumat (22/5), Tangsel sukses memborong dua penghargaan sekaligus.

 

Dua penghargaan tersebut yakni kategori Pemerintah Daerah dengan Rasio PDRD Non Tunai Tertinggi, serta Pemerintah Daerah dengan Utilisasi Pembayaran Digital Tertinggi.

 

Penghargaan diserahkan langsung dalam rangkaian acara bertema “Perluasan Ekosistem Ekonomi Keuangan Syariah dan Digital melalui Akselerasi dan Sinergi untuk Banten Maju dan Setara”.

 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Ameriza M. Moesa mengatakan, ekonomi dan keuangan syariah kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, termasuk di Provinsi Banten.

 

Menurutnya, terdapat lima momentum strategis yang mendorong penguatan ekonomi syariah nasional. Pertama, Indonesia memiliki potensi pasar halal yang besar. Kedua, konsumsi produk halal terus meningkat. Ketiga, industri halal global diproyeksikan terus tumbuh signifikan. 

 

Keempat, keuangan syariah semakin inklusif dan digital. Kelima, Indonesia terus memperkuat posisi sebagai pusat halal dunia melalui dukungan kebijakan dan kolaborasi ekosistem halal.

 

“Secara data, perkembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional sangat menjanjikan. Aset keuangan syariah nasional diproyeksikan lebih dari Rp2.800 triliun dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 9 persen setiap tahun,” ujar Ameriza.

 

Ia menambahkan, momentum tersebut menjadi peluang besar bagi Indonesia, termasuk Banten, untuk mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang mandiri, modern, dan berdaya saing global.

 

“Pada triwulan I 2026, ekonomi Banten tumbuh 5,64 persen. Kami memproyeksikan tahun ini pertumbuhan Banten tetap berada di atas 5 persen, sekitar 5,1 hingga 5,9 persen,” katanya.

 

Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni menyebut Provinsi Banten menjadi salah satu daerah dengan tingkat digitalisasi tertinggi di Indonesia.

 

“Ini terjadi karena kesadaran masyarakat dan upaya yang dilakukan pemerintah daerah masing-masing, seperti Tangerang Selatan dan daerah lainnya, serta dukungan pemerintah pusat melalui Bank Indonesia,” ujarnya.

 

 

Andra berharap digitalisasi transaksi keuangan tidak hanya berkembang di wilayah Tangerang Raya, tetapi juga merata di seluruh daerah di Provinsi Banten.

 

“Transaksi digital ini mempermudah, mempercepat, dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat maupun pemerintah daerah,” katanya.

 

Usai menerima penghargaan, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan itu menjadi motivasi bagi Pemkot Tangsel untuk terus memperkuat layanan digitalisasi keuangan daerah.

 

“Tadi kami mendapatkan dua penghargaan sekaligus dari Bank Indonesia. Ini menjadi semangat bagi kami agar layanan dan perluasan akses digitalisasi daerah terus diperkuat melalui Bapenda dan seluruh OPD Kota Tangerang Selatan,” ujar Pilar.

 

Ia juga menyebut Tangsel mendapat apresiasi karena dinilai sebagai salah satu daerah dengan kinerja P2DD terbaik di tingkat nasional.

 

“Mudah-mudahan prestasi ini bisa kami pertahankan dan inovasi terus ditingkatkan,” katanya.

 

Pilar menambahkan, Gubernur Banten turut berpesan agar Tangsel terus berinovasi agar tidak tertinggal dari daerah lain dalam pengembangan digitalisasi pelayanan publik.

 

Menurutnya, saat ini Tangsel juga mulai mengembangkan inovasi pembayaran pajak berbasis digital, termasuk potensi penggunaan sistem kripto untuk pembayaran PBB di masa mendatang.

 

“Semakin cepat, semakin mudah, akuntabel, transparan, dan penerimaan pajak daerah juga semakin meningkat. Ini tentu baik untuk penguatan APBD ke depan,” ucapnya.

 

Selain digitalisasi keuangan, Pilar menilai Tangsel memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Sejumlah program berbasis ekonomi syariah bahkan mulai tumbuh melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dan masjid besar di Tangsel.

 

“Dengan moto Tangsel Cerdas, Modern, Religius, kami rasa Tangsel harus bisa mengambil posisi dalam pengembangan ekonomi halal dan syariah ke depan,” tandasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit