Sezairi Bagikan Kisah di Balik Album The Art of Surrender
JAKARTA – Sezairi membagikan perjalanan kreatif di balik album terbarunya, The Art of Surrender, dalam acara Surrender Session di SAE Indonesia, Jakarta, Jumat (29/5/2026).
Album kelima ini menjadi proyek yang sangat personal karena untuk pertama kalinya Sezairi memproduseri albumnya sendiri secara independen. Keputusan tersebut lahir dari keinginannya untuk mengeksplorasi kemampuan yang telah lama ia pelajari di bidang produksi musik.
Dalam proses pengerjaannya, Sezairi mendapat dukungan penuh dari sang istri sekaligus manajernya, Syaza. Bersama, mereka membangun label independen dan menyelesaikan album tersebut selama hampir dua tahun.
Menurut Sezairi, The Art of Surrender merupakan refleksi tentang menerima keterbatasan diri, menghadapi rasa tidak aman, serta memahami bahwa seseorang tidak harus selalu berjalan sendiri.
Pada kesempatan yang sama, ia juga memperkenalkan film musik Surrender Sessions yang menampilkan versi live lagu-lagu dalam album tersebut. Melalui proyek itu, Sezairi ingin menghadirkan pengalaman musik yang lebih organik, jujur, dan dekat dengan pendengar.
Di tengah pesatnya perkembangan AI dalam industri musik, Sezairi menegaskan bahwa unsur kemanusiaan dan ketidaksempurnaan tetap menjadi bagian penting yang membuat musik terasa hidup dan autentik.
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Lifestyle | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu






