TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Truk Pengangkut Alat Berat Hantam JPO, Lalu Lintas Tendean Lumpuh hingga Simpang Kuningan

Reporter: Farhan
Editor: AY
Selasa, 14 Juli 2026 | 10:05 WIB
Truk pengangkut alat berat menabrak JPO di Jalan Tendean. Foto : IG
Truk pengangkut alat berat menabrak JPO di Jalan Tendean. Foto : IG

JAKARTA – Kemacetan panjang terjadi di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2026) pagi, setelah sebuah truk pengangkut alat berat menghantam Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Kepadatan kendaraan membentang dari kawasan Warung Buncit hingga Simpang Kuningan.


Kepala Bagian Pembinaan Operasional Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Robby Hefados, mengatakan petugas telah berada di lokasi sejak dini hari untuk mengatur arus lalu lintas agar kemacetan tidak semakin parah.
Menurutnya, kepadatan kendaraan masih terjadi dari arah Warung Buncit menuju Simpang Kuningan atau lampu lalu lintas Jalan Rasuna Said.


Sebagai langkah penanganan, polisi melakukan pengalihan arus bagi kendaraan yang datang dari arah Trans TV maupun Hotel Mercure menuju Jalan Layang Kapten Tendean. Sementara itu, akses menuju jalan layang ditutup sementara selama proses penanganan berlangsung.


Pengendara yang hendak menuju kawasan Senopati diarahkan melintasi Jalan Mampang Prapatan Raya menuju Warung Buncit, kemudian memanfaatkan putaran balik terdekat untuk kembali ke Jalan Kapten Tendean.


Selain itu, volume kendaraan dari arah Jalan Gatot Subroto juga dibatasi guna mengurangi kepadatan di lokasi kejadian. Kendaraan dari arah Tendean menuju Blok M pun tidak diperkenankan melintasi jalan layang sehingga arus lalu lintas hanya dapat menggunakan satu lajur.


Robby menjelaskan, rekayasa lalu lintas secara penuh belum diterapkan karena petugas masih memprioritaskan kelancaran arus kendaraan. Rencana rekayasa lalu lintas akan diberlakukan setelah situasi memungkinkan.


Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Bina Marga untuk mengevakuasi truk yang tersangkut. Namun proses pemindahan belum dapat dilakukan karena membutuhkan alat berat berupa crane, sementara kondisi lalu lintas di sekitar lokasi masih sangat padat.


"Saat ini fokus utama kami adalah mengurai kemacetan sambil menunggu proses evakuasi oleh instansi terkait," ujar Robby.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit