Pemuda Di Ciputat Timur Terbakar Saat Bakar Sate Daging Kurban
Siram Bara Api Dengan Pertalite
CIPUTAT TIMUR-Rencana pesta bakar sate daging kurban berujung malapetaka. Hal itu dialami seorang pemuda di Kelurahan Rengas, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Rabu (27/5) malam. Dia mengalami luka bakar serius setelah tubuhnya tersambar api dari panggangan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, dan sempat menggegerkan warga sekitar yang langsung berupaya memberikan pertolongan kepada korban.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq membenarkan adanya insiden tersebut. Dia menerangkan, korban saat itu sedang mempersiapkan arang untuk memanggang sate. “Korban sedang menyalakan arang untuk membakar sate di sekitar rumahnya,” kata Bambang saat dikonfirmasi, Jumat (29/5).
Bambang menjelaskan, untuk mempercepat proses pembakaran arang, korban membeli satu liter bensin jenis Pertalite yang dimasukkan ke dalam kantong plastik.
“Korban kemudian membeli bensin jenis Pertalite sebanyak satu liter yang dimasukkan ke dalam kantong plastik untuk membantu menyalakan api,” ujarnya.
Awalnya proses pembakaran arang berjalan seperti biasa. Namun, api yang muncul dinilai korban belum cukup besar untuk membuat arang menyala sempurna.
Karena menganggap bara api masih kurang menyala, korban kemudian menuangkan bensin ke atas panggangan yang masih terdapat percikan api. Tanpa diduga, api langsung menyambar cairan bensin yang dituangkan korban dan seketika membesar hingga mengenai tubuhnya.
“Ketika korban menuangkan bensin ke panggangan, api langsung menyambar dan membakar tubuh korban,” ungkap Bambang.
Korban yang panik langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga di sekitar lokasi kejadian. Mendengar teriakan tersebut, warga segera berdatangan dan berupaya memadamkan api yang membakar tubuh korban agar tidak semakin meluas.
“Korban yang panik langsung berteriak meminta tolong. Warga sekitar segera memberikan bantuan dan memadamkan api yang membakar tubuh korban,” jelasnya.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka bakar cukup serius di beberapa bagian tubuh dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Setelah menjalani penanganan awal, kondisi korban dinilai membutuhkan perawatan yang lebih intensif, sehingga dilakukan rujukan ke rumah sakit lain.
“Karena mengalami luka bakar serius, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” pungkas Bambang.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan bahan bakar minyak untuk menyalakan atau memperbesar api saat memanggang karena berisiko memicu kebakaran dan menyebabkan luka serius.
Opini | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu


