Pemkot Perluas Program Kampung Iklim
SERPONG-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperluas pelaksanaan Program Kampung Iklim (Proklim). Melalui program tersebut, warga didorong menerapkan berbagai aktivitas ramah lingkungan yang berkelanjutan di tingkat lingkungan permukiman.
Program yang diinisiasi pemerintah pusat itu menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melakukan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melalui aksi nyata yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Bidang Konservasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, Bunga Pranatalia Putri mengatakan, Proklim merupakan program nasional yang bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim sekaligus mendukung upaya penurunan emisi gas rumah kaca.
“Program Kampung Iklim merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan keterlibatan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan dalam penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim serta upaya penurunan emisi gas rumah kaca. Program ini juga memberikan apresiasi kepada kelompok masyarakat yang telah melakukan aksi nyata dalam menjaga lingkungan,” ujar Bunga, Selasa (2/6).
Menurutnya, pelaksanaan Proklim tidak hanya berorientasi pada penghijauan lingkungan, tetapi juga mencakup berbagai kegiatan yang mendukung terciptanya kawasan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan.
.Berbagai aktivitas yang menjadi bagian dari Proklim antara lain penghijauan dan penanaman pohon, pengelolaan sampah melalui bank sampah, penerapan gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, hingga pembuatan kompos dan pupuk organik cair.
Selain itu, masyarakat juga didorong melakukan konservasi sumber daya air melalui pemanfaatan air hujan dan air permukaan, pembangunan sumur resapan serta biopori.
Program ketahanan pangan melalui urban farming, pelayanan kesehatan masyarakat melalui Posyandu dan Posbindu, hingga edukasi lingkungan juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Proklim.
“Fokus Proklim adalah aksi nyata di tingkat masyarakat, mulai dari lingkungan RW hingga kelurahan. Tujuannya agar tercipta kawasan yang lebih hijau, sehat, nyaman, dan berkelanjutan,” katanya.
Dalam lima tahun terakhir, yakni periode 2021-2025, sebanyak 22 RW di Kota Tangsel berhasil meraih penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) dari Kementerian Lingkungan Hidup. Penghargaan tersebut terdiri atas dua lokasi Proklim Utama Tropi, 14 lokasi Proklim Utama Sertifikat, dan enam lokasi Proklim Madya.
Bunga menjelaskan, kelompok masyarakat yang ingin mengikuti penilaian Proklim harus mampu menunjukkan berbagai kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan secara konsisten selama sedikitnya dua tahun.
Seluruh aktivitas tersebut kemudian didokumentasikan dan diunggah melalui Sistem Registri Nasional (SRN) Kementerian Lingkungan Hidup untuk proses verifikasi dan penilaian. Untuk memperluas jumlah kampung iklim di Tangsel, DLH juga menggandeng program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk dalam memberikan pendampingan kepada kelompok masyarakat yang ingin mengikuti Proklim tingkat nasional.
“Selama proses pendampingan, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Mereka aktif mengikuti setiap tahapan dan berkomitmen menjalankan berbagai program lingkungan yang menjadi syarat penilaian Proklim,” ungkapnya.
Ia menambahkan, lokasi yang telah meraih predikat Proklim Utama Tropi dan ingin meningkat menjadi Proklim Lestari diwajibkan melakukan pembinaan terhadap sedikitnya 10 lokasi Proklim lainnya. Skema tersebut diharapkan dapat mempercepat penyebaran praktik-praktik baik pengelolaan lingkungan ke wilayah lain di Kota Tangsel.
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu



