TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Kementerian PU Tuntaskan 222 SPPG, Layanan MBG Siap Menjangkau Daerah 3T

Reporter & Editor : AY
Minggu, 07 Juni 2026 | 11:17 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

Pembangunan:JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah merampungkan pembangunan 222 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Saat ini, seluruh fasilitas tersebut memasuki tahap serah terima kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera dioperasikan.


Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan SPPG merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pemenuhan gizi masyarakat di seluruh Indonesia.


“Sebanyak 222 SPPG yang kami bangun saat ini sedang dalam proses serah terima kepada BGN. Secara keseluruhan, seluruh bangunan sudah selesai dikerjakan,” ujar Dody dalam media briefing di Jakarta.


Menurutnya, BGN masih melakukan verifikasi dan pengecekan akhir sebelum menerima fasilitas tersebut secara resmi. Setelah proses itu rampung, seluruh SPPG siap digunakan untuk mendukung pelaksanaan Program MBG.


Dody menjelaskan, penentuan lokasi pembangunan SPPG dilakukan melalui koordinasi antara BGN, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Kementerian PU. Karena itu, pembangunan tidak hanya menyasar wilayah 3T, tetapi juga sejumlah kawasan perbatasan dan daerah yang membutuhkan dukungan layanan gizi.


“Penetapan lokasi dilakukan bersama BGN dan Kemendagri. Kami menyesuaikan dengan kebutuhan yang telah ditetapkan,” jelasnya.


SPPG nantinya berfungsi sebagai pusat produksi dan distribusi makanan bergizi bagi masyarakat penerima manfaat Program MBG. Dalam pelaksanaannya, Kementerian PU bertugas menyediakan infrastruktur, sementara operasional dan pengelolaannya menjadi tanggung jawab BGN.


Untuk mendukung kebutuhan pelayanan, Kementerian PU membangun dua tipe SPPG dengan desain standar nasional. Dapur berkapasitas di bawah 1.000 penerima manfaat memiliki ukuran sekitar 10 x 15 meter, sedangkan dapur yang melayani 1.000 hingga 3.000 penerima manfaat dibangun dengan ukuran 20 x 20 meter.


Selain bangunan utama, setiap SPPG dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL), sistem penyediaan air minum, generator set (genset), tempat penampungan sementara (TPS), serta sarana operasional lainnya.


“Fasilitas pendukung tersebut disiapkan agar pelayanan tetap berjalan optimal meskipun terjadi gangguan listrik maupun kendala teknis lainnya,” kata Dody.


Ia menambahkan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan jajaran pimpinan baru BGN guna mempercepat proses operasional seluruh SPPG yang telah selesai dibangun.


“Kami berharap seluruh fasilitas ini dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung percepatan Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah,” ujarnya.


Tak hanya membangun dapur MBG, Kementerian PU juga menyiapkan infrastruktur penunjang berupa akses jalan, sistem penyediaan air minum, dan fasilitas sanitasi agar distribusi makanan bergizi dapat berlangsung lancar dan tepat sasaran.


SPPG dirancang melayani wilayah dengan jangkauan maksimal sekitar 30 menit dari lokasi operasional guna menjaga kualitas dan keamanan makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat.


Sebelumnya, Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menegaskan bahwa Program MBG akan diprioritaskan bagi masyarakat di wilayah 3T serta kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh kelompok yang paling membutuhkan.


Dengan rampungnya pembangunan 222 SPPG, pemerintah optimistis jangkauan Program Makan Bergizi Gratis akan semakin luas, sekaligus memperkuat upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit