Tingkatkan Konektivitas Antarwilayah, Pemkot Serang Komitmen Perkuat Pemerataan Pembangunan Infrastruktur
SERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus berkomitmen untuk memperkuat pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan layanan dasar bagi masyarakat.
Memasuki semester kedua 2026, pembangunan jalan akan dilanjutkan dengan memprioritaskan Kecamatan Curug dan Kecamatan Walantaka sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas serta pelayanan dasar kepada masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang, Iwan Sunardi mengatakan, pembangunan infrastruktur pada semester kedua akan dilaksanakan berdasarkan skala prioritas dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran daerah. “Pembangunan tetap berlanjut pada semester kedua. Kami masih memproses berbagai usulan berdasarkan skala prioritas dan menyesuaikan dengan kemampuan anggaran,” ujar Iwan, Senin (13/7/2026).
Menurut Iwan, kebutuhan akan infrastruktur di Kota Serang masih cukup banyak, termasuk gedung pemerintahan, fasilitas kesehatan, dan pendidikan yang akan diselesaikan secara bertahap. Terhadap dua kecamatan tersebut, Iwan menegaskan, hal itu sesuai dengan arahan Wali Kota Serang, Budi Rustandi agar pembangunan infrastruktur tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau wilayah pengembangan. “Prioritas pembangunan pada semester kedua diarahkan ke wilayah Curug dan Walantaka,” ujarnya.
Ia memastikan, penentuan ruas jalan yang akan dibangun dilakukan melalui kajian teknis. Selain memperhatikan tingkat kerusakan jalan, DPUPR juga mempertimbangkan fungsi jalan dalam mendukung akses masyarakat menuju fasilitas kesehatan, pendidikan, pusat perekonomian, dan pelayanan publik lainnya.
“Penentuan prioritas diawali dengan melihat tingkat kerusakan jalan, kemudian fungsi jalan tersebut dalam menunjang pelayanan kesehatan, pendidikan, perekonomian, dan fasilitas publik lainnya. Setelah itu kami petakan mana yang harus didahulukan,” jelas Iwan.
Selain itu, pemilihan jenis konstruksi jalan juga disesuaikan dengan kondisi lapangan. Tidak seluruh ruas jalan menggunakan betonisasi karena disesuaikan dengan karakteristik tanah dan beban kendaraan yang melintas. “Tidak semua jalan harus dibetonisasi. Kami melihat kondisi tanahnya terlebih dahulu. Jika tanahnya stabil, hotmix sudah cukup. Namun jika kondisi tanah labil atau dilalui kendaraan bertonase tinggi, seperti di wilayah Curug, Walantaka, maupun sebagian Kasemen, maka betonisasi menjadi pilihan yang lebih tepat,” ungkapnya.
Pada semester pertama, Pemkot Serang melalui DPUPR telah menyelesaikan 18 paket pekerjaan infrastruktur yang terdiri atas 17 ruas jalan betonisasi dan satu paket pembangunan pedestrian di Jalan Juhdi. Sebagian besar pekerjaan tersebut telah memasuki tahap Provisional Hand Over (PHO) dan saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi teknis.
Melalui pembangunan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, Pemkot Serang berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang berkualitas, merata, dan mampu mendukung mobilitas serta aktivitas masyarakat di seluruh wilayah Kota Serang.
Dalam beberapa kesempatan Wali Kota Serang, Budi Rustandi menyampaikan, infrastruktur terutama jalan menjadi salah satu prioritas pembangunan. Bahkan proses pembangunan tidak hanya dilakukan oleh Pemkot Serang, namun juga dikolaborasikan dengan swasta serta program dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan pusat.(*)
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Nasional | 11 jam yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 12 jam yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu




