TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Alun-Alun Akan Dibagi Empat Zona

Target Diresmikan Desember 2026

Reporter & Editor : Redaksi
Rabu, 10 Juni 2026 | 09:55 WIB
Warga Kota Serang memanfaatkan fasilitas olahraga yang berada di Alun-alun Kota Serang, akhir pekan kemarin. Ke depannya, alun-alun akan dibagi menjadi empat zona. YULIAWATI SARIPUDIN/TANGSEL POS
Warga Kota Serang memanfaatkan fasilitas olahraga yang berada di Alun-alun Kota Serang, akhir pekan kemarin. Ke depannya, alun-alun akan dibagi menjadi empat zona. YULIAWATI SARIPUDIN/TANGSEL POS

SERANG – Pemerintah Kota Serang memastikan proyek revitalisasi Alun-alun Kota Serang akan segera memasuki tahap pelaksanaan. Pembangunan yang digadang-gadang menjadi ikon baru ibukota Provinsi Banten tersebut ditargetkan selesai dalam waktu sekitar enam bulan dan dapat diresmikan pada Desember 2026.

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Serang, Iwan Sunardi, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait guna mematangkan persiapan pembangunan.

 

Menurutnya, rapat tersebut dilakukan untuk menyamakan persepsi serta memastikan setiap instansi memahami tugas dan kewenangannya masing-masing selama proses pembangunan berlangsung.

 

"Program revitalisasi alun-alun ini berada di Dinas PUPR, sehingga kami mengundang seluruh OPD yang terkait. Kami ingin mendapatkan saran dan masukan serta memastikan siapa berbuat apa sesuai tupoksi dan kewenangannya agar pelaksanaan berjalan sebagaimana mestinya," ujar Iwan, Selasa (9/6).

 

Ia menjelaskan proses tender saat ini hampir selesai dan pembangunan fisik diperkirakan mulai dilaksanakan pada Juni 2026 setelah penetapan pemenang lelang dan penandatanganan kontrak kerja. "Proses lelang sudah hampir berakhir. Setelah kontrak ditandatangani, pelaksanaan akan segera dimulai. Estimasi pekerjaan sekitar 200 hari atau kurang lebih enam bulan," katanya.

 

Untuk mempercepat dan mempermudah pelaksanaan proyek, kawasan Alun-alun Barat dan Alun-alun Timur akan dibagi menjadi empat zona pekerjaan.

Zona pertama akan difungsikan sebagai lapangan upacara kenegaraan. Zona kedua akan menjadi area air mancur yang dilengkapi ikon Golok Banten sebagai simbol budaya daerah. Zona ketiga dirancang sebagai area permainan dan rekreasi masyarakat. Sedangkan zona keempat akan mencakup area food court, lapangan tenis, dan fasilitas parkir.

 

"Kami membagi kawasan menjadi empat zona agar pelaksanaan lebih mudah dikendalikan, baik dari sisi pekerjaan maupun pengaturan waktu pelaksanaannya," jelas Iwan.

 

Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian dalam revitalisasi tersebut adalah penyediaan fasilitas air minum langsung yang dapat digunakan masyarakat secara gratis. Menurut Iwan, fasilitas tersebut merupakan standar ruang publik modern yang telah diterapkan di sejumlah kota besar dan maju di Indonesia.

 

"Dengan adanya fasilitas air bersih siap minum di ruang terbuka publik, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang lebih baik. Setahu saya fasilitas publik seperti itu tidak boleh berbayar karena merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

 

Terkait adanya kritik maupun penolakan terhadap proyek revitalisasi alun-alun, Iwan menegaskan bahwa seluruh tahapan perencanaan telah melalui proses kajian dan konsultasi publik yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

 

Ia menyebutkan sejak tahap perencanaan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup, sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, organisasi kemasyarakatan, serta perwakilan stakeholder lainnya telah dilibatkan untuk memberikan masukan terhadap desain dan konsep pembangunan.

 

"Perencanaan ini sudah mengakomodasi berbagai masukan masyarakat. Kalau ada penolakan tentu harus berdasarkan alasan yang jelas karena konsep yang ada saat ini sudah melalui proses kajian yang cukup panjang," tegasnya.

 

Sementara itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi menyampaikan revitalisasi alun-alun merupakan salah satu program prioritas yang diharapkan mampu menghadirkan wajah baru Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten.

 

Ia berharap kawasan tersebut nantinya tidak hanya menjadi ruang publik modern, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Apa yang diharapkan warga Kota Serang akhirnya akan terwujud. Mudah-mudahan ini menjadi ikon baru, ruang publik baru, sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi Kota Serang," kata Budi.

 

Budi menambahkan seluruh persiapan teknis dan administrasi pembangunan pada dasarnya telah selesai. Pemerintah Kota Serang kini tinggal menunggu proses pelaksanaan dimulai oleh kontraktor pelaksana. "Insyaallah pembangunan mulai bulan ini. Semua persyaratan sudah siap, termasuk analisis dan perizinan yang dibutuhkan. Tinggal pelaksanaan di lapangan," ujarnya.

 

Ia menyadari selama proses perencanaan banyak kritik dan komentar yang ditujukan kepadanya. Namun menurutnya, seluruh upaya tersebut dilakukan demi mewujudkan Kota Serang yang lebih maju dan layak sebagai ibu kota provinsi.

 

"Ini menjadi salah satu cita-cita yang ingin saya wujudkan. Saya ingin meninggalkan legasi yang nantinya bisa dinikmati dan dikenang oleh masyarakat Kota Serang di masa depan," tuturnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit