TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Rupiah Melemah di Awal Pekan, Tembus Rp 17.813 per Dolar AS

Reporter: Farhan
Editor: AY
Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan awal Senin (22/6/2026). Pelemahan ini terjadi seiring menguatnya dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.


Pada pembukaan perdagangan, rupiah tercatat turun 0,05 persen ke level Rp 17.813 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan Jumat (19/6/2026) yang berada di Rp 17.804 per dolar AS.


Di kawasan Asia, mayoritas mata uang juga tertekan terhadap dolar AS. Won Korea Selatan melemah 0,47 persen, disusul ringgit Malaysia yang turun 0,24 persen, yen Jepang 0,16 persen, dolar Taiwan 0,08 persen, dolar Singapura 0,08 persen, yuan China 0,05 persen, serta dolar Hong Kong 0,02 persen.


Sementara itu, indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,03 persen ke level 100,64.


Terhadap sejumlah mata uang lainnya, rupiah tercatat melemah 0,02 persen terhadap poundsterling Inggris menjadi Rp 23.505, menguat 0,17 persen terhadap euro ke Rp 19.833, serta naik 0,08 persen terhadap dolar Australia ke level Rp 12.467.


Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyebut penguatan dolar AS dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur, kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump, serta arah kebijakan moneter bank sentral AS (The Fed) di bawah kepemimpinan Kevin Walsh.


“Israel dan Lebanon masih terlibat aksi saling serang, yang menimbulkan kekhawatiran Iran akan kembali menutup Selat Hormuz jika kesepakatan perdamaian dilanggar,” ujar Ibrahim dalam riset hariannya.


Ia menambahkan, konflik Rusia–Ukraina yang belum mereda turut memperbesar kekhawatiran pasar global.


“Rusia terus meningkatkan serangan terhadap infrastruktur di Kyiv. Kondisi ini menambah kecemasan di Eropa Timur, yang pada akhirnya dapat mendorong kenaikan harga minyak dan memperkuat dolar AS,” jelasnya.


Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif, namun berpotensi ditutup melemah pada kisaran Rp 17.800–Rp 17.850 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit