Cari Formula Atasi Kabel Semerawut, Pemkot Tangsel Siapkan Konsep Tiang Terpadu
CIPUTAT - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) tengah mencari formula terbaik untuk menuntaskan persoalan kabel utilitas yang semerawut di berbagai ruas jalan. Selain melanjutkan program penurunan kabel ke bawah tanah, Pemkot kini mulai mengkaji konsep tiang terpadu sebagai upaya mempercepat penataan jaringan utilitas.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan mengatakan, selama ini Tangsel menjadi salah satu daerah yang lebih dulu menjalin kerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) dalam program penataan kabel utilitas.
Namun, proses pemindahan kabel udara ke bawah tanah berjalan lebih lambat dari yang diharapkan. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan penyediaan kabel bawah tanah oleh operator telekomunikasi yang membutuhkan biaya besar.
"Secara teknis mereka harus menyediakan kabel baru yang ditanam di bawah tanah. Ketersediaannya berbeda dengan kabel udara dan harganya juga cukup mahal," ujar Pilar kepada Tangsel Pos, Senin (22/6).
Menurut Pilar, kondisi tersebut membuat Pemkot mulai mengkaji alternatif lain berupa pembangunan tiang terpadu. Konsep tersebut memungkinkan seluruh kabel utilitas ditempatkan pada satu tiang yang terintegrasi sehingga lebih tertata dan mudah diawasi.
"Kalau memang proses kabel bawah tanah berjalan agak lambat, kita coba kombinasi dengan tiang terpadu. Jadi lebih rapi, jumlah kabelnya terukur dan tidak ada lagi penambahan kabel secara ilegal yang membuat tumpukan kabel semakin semrawut," jelasnya.
Ia menegaskan, penataan kabel tidak hanya berkaitan dengan estetika kota, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat. Menurutnya, kondisi kabel yang menjuntai maupun tiang yang sudah tidak layak berpotensi membahayakan pengguna jalan.
"Ini harus ditangani secara serius antara pemerintah daerah dengan APJATEL. Penataan jaringan utilitas internet menjadi salah satu prioritas karena menyangkut keselamatan masyarakat dan wajah kota," tegas Pilar.
Untuk mempercepat penanganan persoalan tersebut, Pemkot juga membuka peluang pendanaan dari berbagai sumber, mulai dari APBD, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga kerja sama dengan APJATEL.
Pilar mengaku telah meminta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) melakukan inventarisasi jalur-jalur yang menjadi prioritas penataan, baik di jalan nasional, provinsi maupun jalan kota.
"Sekarang kita inventarisasi dulu semuanya. Mana yang paling urgen akan menjadi prioritas untuk ditangani," katanya.
Sementara itu, Kepala DSDABMBK Kota Tangsel, Robbi Cahyadi mengatakan, Pemkot menargetkan penataan jaringan utilitas di koridor jalan utama dapat terus dipercepat hingga seluruhnya tertata dengan baik sebelum tahun 2030.
Menurutnya, saat ini program penurunan kabel udara ke bawah tanah masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait kesiapan masing-masing operator dalam menyediakan kabel baru.
"Kapasitas setiap operator berbeda-beda. Mereka harus menyediakan kabel sendiri, kemudian dimasukkan ke dalam ducting. Setelah itu baru kabel udara diputus," ujarnya.
Robbi menjelaskan, tahun ini terdapat delapan ruas jalan yang masuk program penataan jaringan utilitas dan penurunan kabel udara.
Delapan ruas tersebut meliputi Jalan Pondok Betung sepanjang 1.790 meter, Jalan Kertamukti-Purnawarman 3.000 meter, Jalan Villa Melati Mas Raya 2.500 meter, Jalan Jelupang Raya 2.300 meter, Jalan Rawa Buntu Utara 869 meter, Jalan Surya Kencana-Reni Jaya 1.816 meter, Jalan Pahlawan 2.800 meter, serta Jalan Lengkong Gudang Timur sepanjang 1.650 meter. Total panjang ruas yang masuk program penataan mencapai 16.825 meter.
Namun progres pengerjaannya bervariasi karena bergantung pada kesiapan masing-masing operator.
Ia menambahkan, ke depan Pemkot ingin menghadirkan standar koridor jalan yang lebih nyaman melalui penataan pedestrian, marka jalan, rambu lalu lintas, hingga jaringan utilitas yang lebih tertib.
"Kalau semua jalan utama sudah tertata, kesan kumuh akibat kabel semerawut bisa berkurang dan aspek keselamatan masyarakat juga lebih terjamin," pungkasnya.
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu




