Di Bangkalan, Prabowo Jelaskan Pelemahan Rupiah di Hadapan Ulama NU
JAWA TIMUR - Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Selasa (23/6/2026).
Tiba sekitar pukul 13.50 WIB dengan kendaraan Maung Garuda dan mengenakan safari warna khaki dipadu peci hitam, Prabowo disambut jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), di antaranya Miftachul Akhyar, Yahya Cholil Staquf, Saifullah Yusuf, serta Nasaruddin Umar.
Dalam sambutannya, Prabowo menyoroti besarnya peran kader NU di berbagai bidang, termasuk pemerintahan. Ia menyebut banyak anggota Kabinet Merah Putih berasal dari lingkungan NU dan menilai organisasi tersebut memiliki pengaruh besar dalam kehidupan berbangsa.
“Kalau belajar politik, sebetulnya harus belajar dari NU,” ujar Prabowo yang disambut antusias peserta.
Suasana juga sempat mencair ketika Prabowo berkelakar soal kehadiran Panglima TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang mengenakan kopiah saat menghadiri acara.
Selain menyinggung kedekatannya dengan keluarga besar NU sejak kecil, Prabowo menegaskan bahwa organisasi tersebut memiliki tradisi nasionalisme dan patriotisme yang kuat.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar AS. Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah terus mengalirnya kekayaan nasional ke luar negeri selama puluhan tahun.
Ia menjelaskan, meski Indonesia mencatat surplus perdagangan internasional, sebagian keuntungan ekonomi tidak bertahan di dalam negeri karena keluar kembali dalam bentuk arus modal dan aliran kekayaan.
“Kalau darah kita tiap hari keluar, di ujungnya badan kita kolaps,” kata Prabowo.
Mengacu pada analisis data perdagangan internasional yang dipaparkan Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Prabowo menyebut Indonesia memperoleh keuntungan bersih ratusan miliar dolar AS dalam dua dekade terakhir. Namun, pada periode yang sama, arus dana keluar juga masih sangat besar.
Ia juga menyoroti persoalan kebocoran ekonomi yang disebut berdampak pada kemampuan negara meningkatkan kesejahteraan guru dan aparatur sipil negara. Salah satu praktik yang disinggung adalah under invoicing atau pelaporan nilai ekspor di bawah nilai sebenarnya.
Prabowo menegaskan pemerintah tengah melakukan langkah perbaikan untuk memperkuat ekonomi nasional dan menjaga manfaat pertumbuhan lebih banyak dirasakan di dalam negeri.
Sementara itu, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menegaskan warga NU tetap optimistis terhadap masa depan Indonesia dan akan melanjutkan agenda organisasi menuju Muktamar NU yang direncanakan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu



