Stimulus Rp26,34 Triliun Untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi
JAKARTA - Pemerintah kembali menggelontorkan stimulus fiskal senilai Rp26,34 triliun guna menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan ekonomi global. Paket kebijakan ini difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat, mendorong aktivitas ekonomi, serta memperkuat pasar tenaga kerja.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, stimulus tersebut dibagi ke dalam delapan kebijakan yang mencakup tiga pilar utama, yaitu insentif ekonomi, program magang dan vokasi, serta bantuan pangan.
Sejumlah kebijakan yang disiapkan antara lain tarif khusus PPh Final Royalti sebesar 1,5 persen bagi penulis nasional, diskon transportasi selama libur sekolah dan periode Natal-Tahun Baru, serta subsidi penuh PPN tiket pesawat domestik kelas ekonomi.
Pemerintah juga memberikan insentif impor untuk LPG dan bahan baku plastik, melanjutkan Program Magang Nasional dengan target 150 ribu peserta, serta memperluas pelatihan vokasi bagi lulusan SMK dan pekerja terdampak PHK.
Di sektor perlindungan sosial, pemerintah menyalurkan bantuan beras 10 kilogram kepada 33,24 juta penerima selama Juli–September 2026 dan memberikan bantuan stabilisasi harga kedelai bagi pengrajin tahu dan tempe.
Pemerintah berharap langkah ini dapat menjaga konsumsi rumah tangga, memperkuat daya beli masyarakat, serta menopang pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek sambil mendorong terciptanya lapangan kerja dan peningkatan produktivitas nasional.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu



