20 Personel Damkar Tangsel Ikuti Diklat Kemendagri, Perkuat Kompetensi dan Standarisasi Petugas
SERPONG UTARA – Sebanyak 20 personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Tangerang Selatan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pemadam I yang diselenggarakan Badan Diklat Fungsional Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Kemang, Bogor.
Pelatihan berlangsung selama tujuh hari dengan total 76 jam pelajaran (JP) sebagai upaya meningkatkan kompetensi sekaligus memenuhi standar aparatur pemadam kebakaran. Keberangkatan para peserta dilepas langsung oleh Kepala Dinas Damkartan Kota Tangsel, Ahmad Dohiri, Minggu (5/7).
Ahmad Dohiri yang akrab disapa Adam menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari pemenuhan ketentuan Permendagri Nomor 16 Tahun 2009 tentang Standarisasi Aparatur Pemadam Kebakaran.
"Seluruh aparatur damkar memang harus memiliki sertifikasi melalui Diklat Pemadam I sebagai standar kompetensi dasar. Ini menjadi bekal pengetahuan dan kemampuan dasar dalam penanggulangan kebakaran," ujarnya kepada Tangsel Pos.
Menurutnya, dari total 215 personel Damkartan Tangsel, baru sekitar 60 persen yang telah memenuhi standar kompetensi tersebut. Karena itu, pelatihan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
"Nah, tahun ini ada 20 personel yang diberangkatkan. Alhamdulillah anggarannya mendapat dukungan dari Pak Wali Kota, Pak Wakil Wali Kota, Pak Sekda melalui BKPSDM," katanya.
Adam menjelaskan, seluruh peserta yang mengikuti pelatihan nantinya akan memperoleh sertifikat kompetensi dari lembaga pelatihan resmi Kemendagri.
Ia menuturkan, peserta merupakan aparatur Damkar yang belum pernah mengikuti pelatihan dasar kepemadaman. Tidak ada batasan usia, karena yang menjadi fokus adalah pemenuhan standar kompetensi sebagai petugas pemadam kebakaran.
Selama mengikuti diklat, peserta akan mendapatkan materi yang cukup lengkap. Mulai dari pembentukan jiwa korsa dan kebanggaan sebagai anggota damkar, pelatihan baris-berbaris, teori api, hingga teknik-teknik pemadaman kebakaran.
"Api itu ada teorinya. Petugas harus memahami bagaimana karakter api, dari mana asalnya, bagaimana pergerakannya, sampai cara memadamkannya dengan benar. Kalau tidak memahami teori api, justru bisa membahayakan petugas saat bertugas," jelasnya.
Menariknya, dari 20 peserta yang diberangkatkan terdapat empat personel perempuan. Mereka dipersiapkan sebagai embrio pembentukan Srikandi Damkar Kota Tangsel.
Sebelum keberangkatan, Adam juga berpesan agar seluruh peserta membawa dua misi utama selama mengikuti pelatihan, yakni menimba ilmu serta menjaga nama baik institusi Damkar dan Pemerintah Kota Tangsel.
"Setelah kembali nanti, ilmu yang didapat jangan berhenti di diri sendiri. Terapkan dalam pekerjaan dan bagikan kepada rekan-rekan lainnya agar kemampuan seluruh personel semakin meningkat," pungkasnya.
Pos Banten | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu






