AS Vs Belgia: Misi Balas Dendam 2014, Tuan Rumah Tantang Generasi Emas
AS – Timnas Amerika Serikat menghadapi ujian berat saat menantang Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Seattle Stadium, Selasa (7/7) pukul 07.00 WIB. Pertandingan ini tak sekadar memperebutkan tiket ke perempat final, tetapi juga menjadi kesempatan AS membalas kekalahan menyakitkan dari Belgia pada Piala Dunia 2014.
Kabar baik menghampiri kubu tuan rumah. FIFA mencabut kartu merah yang diterima Folarin Balogun saat menghadapi Bosnia sehingga striker andalan tersebut dipastikan dapat tampil. Kehadiran Balogun menjadi suntikan besar bagi lini depan AS yang tengah tampil percaya diri di hadapan publik sendiri.
Skuad asuhan Mauricio Pochettino melangkah ke babak 16 besar setelah menundukkan Bosnia 2-0. Penampilan disiplin dan permainan berintensitas tinggi menjadi kekuatan utama The Stars and Stripes sepanjang turnamen.
Pochettino diperkirakan tetap mengusung formasi 4-3-3. Matt Freese dipercaya mengawal gawang, didukung Alex Freeman, Chris Richards, Tim Ream, dan Antonee Robinson di lini belakang. Tyler Adams, Weston McKennie, dan Malik Tillman akan menjadi penggerak lini tengah, sementara Christian Pulisic, Ricardo Pepi, dan Folarin Balogun menjadi tumpuan di lini serang.
Di kubu lawan, Belgia datang dengan modal kemenangan dramatis 3-2 atas Senegal pada babak 32 besar. Tim racikan Rudi Garcia kembali menunjukkan karakter pantang menyerah berkat kepemimpinan para pemain senior seperti Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, dan Youri Tielemans.
Meski demikian, performa lini belakang Belgia masih menyisakan pekerjaan rumah. Celah di sektor pertahanan itu bisa menjadi peluang bagi AS untuk memberikan tekanan sejak menit awal.
Belgia diprediksi tetap memakai formasi 4-2-3-1 dengan Thibaut Courtois di bawah mistar. Timothy Castagne, Brandon Mechele, Arthur Theate, dan Maxim De Cuyper akan mengisi lini belakang. Tielemans dan Hans Vanaken bertugas menjaga keseimbangan di lini tengah, sedangkan Jeremy Doku, Kevin De Bruyne, dan Leandro Trossard akan menyokong Romelu Lukaku sebagai ujung tombak.
Laga ini juga sarat nilai historis. Pada babak 16 besar Piala Dunia 2014, Belgia menyingkirkan Amerika Serikat dengan skor 2-1 setelah melalui babak perpanjangan waktu. Kini, dengan dukungan penuh suporter dan sentuhan Mauricio Pochettino, AS bertekad mengubah sejarah.
Sebaliknya, Belgia ingin membuktikan bahwa sisa generasi emas mereka masih memiliki kualitas untuk membawa Setan Merah melaju lebih jauh di Piala Dunia 2026.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu






