TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Kali Grogol Bersih dan Tertata, DPRD: Jangan Biarkan Bangunan Liar Muncul Lagi

Reporter: Farhan
Editor: AY
Rabu, 08 Juli 2026 | 08:42 WIB
Kali Grogol kini nampak bersih. Foto : Ist
Kali Grogol kini nampak bersih. Foto : Ist

JAKARTA - Penataan prasarana dan sarana Kali Grogol Segmen Kemanggisan, Jakarta Barat, menuai apresiasi dari kalangan DPRD DKI Jakarta. Meski wajah kawasan kini jauh lebih rapi dan bersih, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diingatkan untuk menjaga hasil pembangunan tersebut agar tidak kembali dipenuhi bangunan liar.


Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah, menilai penataan Kali Grogol tidak hanya membantu mengurangi potensi banjir, tetapi juga mengubah kawasan bantaran kali yang sebelumnya semrawut menjadi lebih tertata.
"Sudah jauh lebih baik," ujar Ima, Kamis (2/7/2026).


Namun, menurutnya, pekerjaan belum selesai. Pemprov DKI perlu melengkapi kawasan dengan pagar pengaman, penghijauan, serta memperketat pengawasan agar bangunan liar tidak kembali bermunculan.


"Jangan sampai setelah ditata dengan baik, muncul lagi bangunan liar," tegasnya.


Ima menilai pemasangan pagar penting untuk mencegah anak-anak bermain di bibir kali yang berpotensi membahayakan keselamatan. Selain itu, ia meminta pengawasan dilakukan secara berkelanjutan mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga pemerintah kota.


"Jangan sampai setelah dibangun bagus, muncul lagi bangunan liar atau aktivitas yang tidak semestinya," katanya.
Ia juga mendukung usulan warga agar disediakan tempat sampah sehingga masyarakat tidak lagi membuang sampah ke Kali Grogol.


Menurut Ima, penataan tersebut diharapkan mampu mengurangi banjir di kawasan Kemanggisan hingga 50-70 persen. Selain sebagai infrastruktur pengendali banjir, kawasan itu juga berpotensi menjadi ruang publik sekaligus sarana olahraga bagi warga.


Senada, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Husen, mengapresiasi rampungnya pembangunan. Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya pengerukan sedimentasi sungai agar kapasitas tampung air tetap optimal.
"Yang paling penting sekarang adalah pemeliharaannya. Ini wajib," tegas Husen.


Ia juga mengusulkan pemasangan kamera pengawas (CCTV) untuk menjaga keamanan kawasan sekaligus mencegah penyalahgunaan fasilitas yang telah dibangun.


Sementara itu, Pramono Anung yang meninjau langsung proyek tersebut mengatakan penataan Kali Grogol layak menjadi contoh penanganan banjir sekaligus penataan kawasan kumuh di Jakarta.


"Ini salah satu contoh penyelesaian persoalan di lapangan," ujarnya.

 

Pramono menegaskan, setelah proyek selesai, tidak boleh lagi ada bangunan liar berdiri di sepanjang kawasan tersebut. Karena itu, ia menugaskan Pemerintah Kota Jakarta Barat untuk menjaga hasil pembangunan agar tetap tertib.


"Kalau jalannya sudah selesai, siapa pun tidak boleh membuat bangunan liar di atas jalan ini," tegasnya.
Ia juga menginstruksikan agar kawasan dilengkapi taman dan penghijauan sehingga menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.


Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menjelaskan pembangunan tanggul penahan tanah di sisi timur dan barat Kali Grogol menelan anggaran sekitar Rp62 miliar melalui skema tahun jamak hingga Desember 2026.


Menurut Ika, proyek sepanjang sekitar 1.072 meter itu diawali dengan pengerukan Kali Grogol sedalam sekitar satu meter. Pembangunan dilakukan untuk mengatasi banjir akibat luapan sungai sekaligus memperkuat bantaran yang rawan longsor.


Dengan pembangunan tanggul penahan tanah tersebut, stabilitas bantaran diharapkan semakin kuat sehingga mampu mengurangi risiko longsor maupun luapan air saat musim hujan.

 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit