TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Puluhan Warga di Keranggan Alami Kekeringan, BPBD Salurkan Bantuan 4.000 Liter Air Bersih

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Rabu, 08 Juli 2026 | 20:23 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel menyalurkan bantuan sebanyak 4.000 liter air bersih, Rabu (8/7). (tangselpos.id/rmn)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel menyalurkan bantuan sebanyak 4.000 liter air bersih, Rabu (8/7). (tangselpos.id/rmn)

SETU – Musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di Kota Tangerang Selatan. Sebanyak 22 kepala keluarga (KK) di Kampung Koceak RT 02/RW 01, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel menyalurkan bantuan sebanyak 4.000 liter air bersih, Rabu (8/7).

 

Sekretaris BPBD Kota Tangsel, Essa Nugraha, mengatakan pendistribusian air bersih dilakukan sebagai respons cepat atas laporan masyarakat yang mulai terdampak kekeringan seiring masuknya musim kemarau.

 

"BPBD Kota Tangerang Selatan hari ini melakukan distribusi air bersih di Kampung Koceak sebagai respons atas permintaan masyarakat. Ini juga sesuai prediksi bahwa musim kemarau sudah mulai terjadi di Indonesia dan saat ini Kota Tangerang Selatan turut mengalaminya," ujar Essa kepada Tangsel Pos.

 

Dari hasil pendataan BPBD, sebanyak 22 KK terdampak kekeringan. Untuk memenuhi kebutuhan awal warga, BPBD mengirimkan 4.000 liter air bersih yang didistribusikan melalui dua tandon berkapasitas masing-masing 2.000 liter.

 

Essa menjelaskan, pasokan air bersih diperoleh melalui kerja sama dengan Perseroda PITS dan sejumlah penyedia air lainnya, seperti BSD dan Alam Sutera. Air kemudian diangkut menggunakan mobil tangki menuju titik penampungan yang telah disiapkan pemerintah.

 

Menurutnya, BPBD telah memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Di setiap titik tersebut telah ditempatkan tandon air sehingga masyarakat dapat mengambil air bersih dengan lebih mudah saat distribusi dilakukan.

 

"Setelah air diisi ke tandon, masyarakat tinggal mengambil sesuai kebutuhan di lokasi yang telah disiapkan," katanya.

 

Sebagai langkah antisipasi selama musim kemarau, BPBD telah menyiagakan satu unit mobil tangki air bersih. Selain itu, BPBD juga mengusulkan penambahan anggaran untuk penyewaan armada tangki serta memastikan pasokan air melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

 

"Kami juga memiliki alat penyuling air bersih. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, insya Allah pasokan air bersih sudah siap," ungkapnya.

 

Essa mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar segera melapor melalui layanan darurat 112 atau perangkat wilayah setempat agar bantuan dapat segera disalurkan.

 

"Silakan langsung melapor melalui hotline 112 atau melalui kewilayahan. Kami akan segera menindaklanjuti dan mendistribusikan air bersih," tegasnya.

 

Ketua RW 01 Kelurahan Keranggan, Rosi, mengatakan kekeringan mulai dirasakan warga sekitar sepekan terakhir. Laporan pertama disampaikan oleh Ketua RT setelah sejumlah sumur warga mengalami penurunan debit air.

 

Ia menyebut, wilayah yang terdampak berada di jalur kiri Kampung Sawah dengan jumlah warga sekitar 20 hingga 22 kepala keluarga. Lokasi distribusi dipilih di titik tengah agar dapat dijangkau warga dari beberapa RT.

 

"Tahun lalu alhamdulillah tidak terjadi kekeringan. Tahun ini warga kembali mengalami kesulitan air, sehingga bantuan ini sangat membantu. Respons BPBD juga cepat, begitu air datang warga langsung mengambil karena memang sedang membutuhkan," pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit