Generasi Emas Belgia Berakhir Tanpa Mahkota, Mimpi Juara Dunia Kandas
AS - Panggung Piala Dunia 2026 menjadi penutup yang getir bagi generasi emas Belgia. Nama-nama besar seperti Thibaut Courtois, Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, hingga Axel Witsel harus mengakhiri perjalanan tanpa mampu mempersembahkan trofi yang selama ini diimpikan.
Harapan Belgia untuk melangkah ke semifinal pupus setelah takluk 1-2 dari Spanyol pada laga perempat final. Gol penentu Mikel Merino pada menit ke-88 menjadi pukulan telak bagi Setan Merah sekaligus menandai berakhirnya sebuah era.
Gol kemenangan Spanyol berawal dari kegagalan kiper muda Senne Lammens mengamankan bola. Kesalahan itu dimanfaatkan Merino yang dengan tenang menaklukkan gawang Belgia dan mengantar La Roja melaju ke empat besar.
"Lammens benar-benar tidak berdaya di momen itu. Dia tampil tanpa cela bersama Manchester United musim lalu, tetapi tekanan di panggung sebesar Piala Dunia jelas berbeda," ujar pengamat sepak bola Stephen Warnock.
Laga kontra Spanyol diyakini menjadi penampilan terakhir sejumlah ikon Belgia di Piala Dunia. Courtois, De Bruyne, Lukaku, dan Witsel yang telah menjadi tulang punggung tim sejak 2014 diperkirakan tak lagi tampil pada edisi berikutnya. Sejumlah pemain senior lain seperti Leandro Trossard, Brandon Mechele, Timothy Castagne, Hans Vanaken, dan Thomas Meunier juga diprediksi mengakhiri kiprah mereka di turnamen paling bergengsi tersebut.
Momen paling emosional terlihat ketika Courtois harus ditarik keluar akibat cedera pada pertengahan babak kedua. Dari pinggir lapangan, sang penjaga gawang hanya bisa menyaksikan rekan-rekannya gagal mempertahankan asa.
Kisah generasi emas Belgia bermula di Piala Dunia 2014 di Brasil. Saat itu, kemenangan 2-1 atas Aljazair pada laga pembuka menghadirkan optimisme besar. Skuad bertabur bintang yang dihuni Courtois, De Bruyne, Lukaku, Eden Hazard, Vincent Kompany, Mousa Dembele, Dries Mertens, Marouane Fellaini, dan Witsel diyakini mampu membawa Belgia meraih gelar juara dunia pertamanya.
Prestasi terbaik mereka hadir pada Piala Dunia 2018 di Rusia dengan finis di peringkat ketiga. Belgia juga menembus perempat final Piala Dunia 2014 serta Euro 2016 dan Euro 2020. Namun, setelah tersingkir di fase grup Piala Dunia 2022, perjalanan mereka akhirnya benar-benar berakhir di perempat final edisi 2026.
Selama lebih dari satu dekade, Belgia memiliki deretan pemain kelas dunia dan bahkan sempat menduduki peringkat pertama ranking FIFA. Meski berkali-kali dijagokan menjadi juara, trofi mayor tak pernah berhasil mereka raih.
"Untuk bisa disebut sebagai generasi emas, Anda harus memenangkan medali emas terlebih dahulu," sindir jurnalis sepak bola Spanyol, Guillem Balague.
Kini tongkat estafet berpindah ke generasi baru. Sementara itu, generasi emas Belgia akan selalu dikenang sebagai tim yang memikat lewat kualitas dan permainan indah, tetapi gagal menuntaskan misinya dengan sebuah gelar. Layaknya cokelat Belgia yang terkenal nikmat, kisah mereka meninggalkan kenangan manis yang pada akhirnya berujung pahit.
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu




