Waspada! Modus Kurir Palsu Berkedok Paket COD, Warga Ciputat Rugi Rp150 Ribu, Isinya Hanya Dua Botol Air Mineral
CIPUTAT – Modus penipuan berkedok pengiriman paket cash on delivery (COD) kembali memakan korban. Kali ini, Dede Ramdan, warga Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, mengalami kerugian Rp150 ribu setelah membayar paket yang ternyata hanya berisi dua botol air mineral.
Peristiwa itu terjadi ketika seorang pria yang mengaku sebagai kurir datang membawa sebuah paket. Pelaku mengatakan paket tersebut ditujukan kepada pemilik Warung Gudeg Supriyati yang berada tidak jauh dari lokasi usaha pangkas rambut milik Dede.
Dengan alasan penerima sedang tidak berada di tempat, pelaku meminta Dede menalangi pembayaran paket terlebih dahulu. Untuk meyakinkan korbannya, pelaku bahkan memperlihatkan percakapan WhatsApp yang diklaim berasal dari penerima dan berjanji uang tersebut akan diganti keesokan harinya.
"Dia bilang paket buat Gudeg Supriyati. Bahkan sempat menunjukkan WhatsApp, katanya suruh talangin dulu, besok diganti. Saya percaya saja, akhirnya saya bayar Rp150 ribu," kata Dede, Kamis (16/7/2026).
Karena kemasan paket terlihat biasa dan pelaku tampak meyakinkan, Dede tidak menaruh curiga. Kecurigaan baru muncul ketika warga lain menanyakan paket tersebut kepada pemilik warung gudeg. Setelah dipastikan, ternyata pemilik warung sama sekali tidak pernah memesan barang apa pun.
"Setelah dicek, ternyata enggak ada yang pesan. Dari situ saya mulai curiga kalau ini modus penipuan," ujarnya.
Tak lama kemudian, anak pemilik warung gudeg datang ke lokasi. Paket tersebut kemudian dibuka bersama-sama dan disaksikan sejumlah warga. Betapa terkejutnya mereka saat mengetahui isi paket hanya dua botol air mineral yang nilainya jauh dari uang yang telah dibayarkan.
"Pas dibuka ramai-ramai, isinya cuma dua botol air mineral," tutur Dede.
Meski menjadi korban penipuan, Dede memilih mengikhlaskan uang yang telah dibayarkannya dan tidak melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Ia hanya berharap pengalamannya menjadi pelajaran agar masyarakat lebih berhati-hati menerima paket yang tidak pernah dipesan.
"Semoga orang-orang jadi tahu. Saya baru pertama kali kena begini. Mudah-mudahan ini jadi pelajaran buat yang lain supaya lebih waspada," katanya.
Sementara itu, pemilik Warung Gudeg Supriyati yang akrab disapa Bude mengaku sama sekali tidak mengetahui adanya paket tersebut. Saat pelaku datang, dirinya sedang berbelanja ke pasar.
"Pas saya pulang, dikasih tahu ada paket atas nama saya yang sudah dibayar Rp150 ribu," ujarnya.
Menurut Bude, keluarganya sempat berniat mengganti uang yang telah dikeluarkan Dede. Namun, Dede menolak dan memilih membuka paket tersebut bersama-sama agar warga mengetahui isi sebenarnya.
"Anak saya sempat mau mengganti uangnya, tapi ditolak. Akhirnya paket dibuka ramai-ramai di tempat cukur," tuturnya.
Bude mengaku semakin curiga setelah melihat label pengiriman. Identitas penerima hanya ditulis menggunakan spidol, bukan menggunakan label cetak sebagaimana paket resmi pada umumnya. Selain itu, pria yang mengantarkan paket juga tidak mengenakan atribut perusahaan jasa pengiriman.
"Saya lihat alamatnya cuma ditulis pakai spidol, bukan dicetak. Orangnya juga naik motor biasa, enggak pakai seragam kurir," katanya.
Pedagang gudeg yang telah berjualan selama sekitar 35 tahun itu mengaku baru pertama kali mengalami kejadian semacam ini. Ia khawatir namanya dimanfaatkan oleh pelaku untuk menipu warga di sekitar tempat usahanya.
Peristiwa tersebut kemudian direkam dan diunggah ke media sosial oleh keluarga korban sebagai peringatan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan berkedok paket COD. Tak lama berselang, petugas kepolisian juga mendatangi lokasi untuk meminta keterangan terkait kronologi kejadian.
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 19 jam yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu




