IHSG Ditutup Menguat, Purbaya Optimistis Rupiah Segera Kembali ke Level Rp17.000
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan di zona hijau dan tetap kokoh di atas level 6.000. Di saat yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah akan terus menguat seiring membaiknya prospek ekonomi global dan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Indonesia.
Pada perdagangan Jumat (17/7/2026), IHSG dibuka menguat 4,63 poin atau 0,08 persen ke level 6.112,84. Hingga penutupan, indeks melonjak 69,555 poin atau 1,14 persen ke posisi 6.177,764, dengan pergerakan di kisaran 6.079,318 hingga 6.192,658.
Rupiah juga melanjutkan tren positif. Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda ditutup menguat 65 poin atau 0,35 persen ke level Rp17.921 per dolar Amerika Serikat. Penguatan tersebut didorong oleh sentimen positif setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level investment grade dengan prospek stabil.
Selain itu, pelemahan indeks dolar AS sebesar 0,06 persen ke level 100,7 turut menjadi katalis positif bagi rupiah. Di sisi lain, harga minyak mentah dunia masih bertahan di level tinggi, yakni 84,29 dolar AS per barel, meski pergerakannya relatif stabil.
Menanggapi perkembangan tersebut, Purbaya mengaku optimistis penguatan rupiah akan terus berlanjut. Menurutnya, pandangan tersebut sejalan dengan proyeksi S&P yang memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak menuju kisaran target pemerintah.
"S&P juga memperkirakan rupiah akan menguat ke kisaran Rp17 ribuan, sesuai arah target pemerintah. Saya yakin ini baru awal dari proses perbaikan," ujar Purbaya di Yogyakarta, Kamis (16/7/2026).
Ia menilai sejumlah indikator global mulai menunjukkan perbaikan. Meski harga minyak masih berfluktuasi, kondisinya diperkirakan lebih terkendali dibandingkan beberapa bulan sebelumnya sehingga prospek ekonomi dunia menjadi lebih positif.
"Artinya, meskipun masih ada gangguan, kondisi ekonomi global akan lebih baik dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Prospek ekonomi kita juga ikut membaik," katanya.
Purbaya menjelaskan, ketika ketidakpastian global mereda, investor umumnya kembali menanamkan modal di negara-negara berkembang yang memiliki fundamental ekonomi kuat, termasuk Indonesia.
"Saat ketidakpastian meningkat, investor memang keluar dari emerging markets. Namun ketika situasi mulai stabil, mereka akan kembali masuk. Jadi saya yakin tidak lama lagi rupiah akan menguat, asalkan kita tidak panik," tegasnya.
Senada dengan itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan tekanan terhadap rupiah memang masih dipengaruhi tingginya permintaan dolar AS di tengah ketidakpastian global. Namun, keputusan S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan domestik.
"Dampaknya tetap positif. Bahkan jika dibandingkan dengan negara-negara di kawasan, penguatan rupiah termasuk yang terbaik, sekitar 0,2 persen," ujarnya.
Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin sepanjang Mei hingga Juni 2026 menjadi 5,75 persen. BI juga terus memperluas implementasi Local Currency Transaction (LCT) guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam transaksi perdagangan internasional.
Sementara itu, pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengingatkan bahwa penguatan rupiah masih menghadapi tantangan dari faktor eksternal, terutama meningkatnya ketegangan geopolitik akibat konflik Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, konflik tersebut berpotensi menjaga harga minyak tetap tinggi dan kembali memicu tekanan inflasi global.
Meski demikian, kombinasi sentimen positif dari peringkat kredit Indonesia, stabilisasi ekonomi global, serta langkah-langkah Bank Indonesia diyakini mampu menjadi penopang penguatan rupiah dalam beberapa waktu ke depan.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 18 jam yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 13 jam yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu




