SD Negeri Sepi Peminat, Kemendikdasmen Siapkan Evaluasi Bersama Kemendagri
JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan mengevaluasi fenomena banyaknya Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang mengalami kekurangan peserta didik di berbagai daerah. Evaluasi dilakukan bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk merumuskan kebijakan yang tepat bagi sekolah dengan jumlah murid yang terus menurun.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan pemerintah saat ini tengah memetakan kondisi sekolah melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik), dengan fokus pada SD yang memiliki jumlah siswa di bawah 100 orang, bahkan kurang dari 60 siswa.
"Fenomena menurunnya jumlah murid di sejumlah SDN menjadi perhatian serius pemerintah dan perlu ditangani secara lintas kementerian," ujar Mu'ti.
Fenomena SDN yang sepi murid menjadi sorotan setelah sejumlah sekolah di berbagai daerah hanya menerima sedikit peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027. Di SDN Purwoyoso 01, Semarang, misalnya, hanya tiga siswa baru yang mengikuti MPLS. Sementara SDN 2 Cepokosawit, Boyolali, hanya menerima satu murid baru, dan SDN 1 Gedung Meneng, Bandar Lampung, hanya memperoleh dua siswa baru. Di Kota Magelang, sedikitnya 24 SD dilaporkan memiliki rombongan belajar kurang dari 50 persen kapasitas.
Mu'ti menegaskan pemerintah tidak akan terburu-buru mengambil keputusan. Menurutnya, penyebab menurunnya jumlah murid berbeda-beda di setiap daerah sehingga membutuhkan kajian yang komprehensif.
Ia mengungkapkan telah membahas persoalan tersebut secara informal dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Dalam waktu dekat, kedua kementerian akan menggelar rapat khusus untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.
"Kebijakan yang diambil harus mempertimbangkan kondisi masyarakat, akses pendidikan bagi anak, dan tidak menimbulkan persoalan baru," tegasnya.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menilai kondisi ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk menata kembali persebaran satuan pendidikan. Menurutnya, penurunan jumlah siswa tidak selalu mencerminkan menurunnya minat masyarakat terhadap sekolah negeri, tetapi juga dipengaruhi faktor demografi, perpindahan penduduk, persebaran sekolah, hingga kualitas layanan pendidikan.
Ia menyarankan evaluasi dilakukan secara menyeluruh, termasuk mempertimbangkan opsi penggabungan sekolah, pemerataan guru, peningkatan mutu pembelajaran, serta penguatan sarana dan prasarana dengan tetap mengutamakan hak anak memperoleh akses pendidikan.
Senada dengan itu, Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, menilai fenomena SDN sepi murid merupakan peringatan bagi pemerintah daerah dan pengelola sekolah negeri untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan agar mampu bersaing dengan sekolah swasta yang terus menghadirkan berbagai program unggulan.
Piala Dunia 2026 | 17 jam yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Olahraga | 17 jam yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 14 jam yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu



