Apresiasi Keterbukaan Informasi, 67 Tokoh Terima Penghargaan FPRMI
YOGYAKARTA — Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia atau FPRMI menganugerahkan penghargaan kepada 67 tokoh nasional, kepala daerah, pimpinan lembaga, aparat penegak hukum, hingga pemimpin korporasi.
Penghargaan yang diberikan dalam ajang Pena Emas Award dan Pimred Award 2026 ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen para pemimpin dalam membangun komunikasi publik yang sehat dan transparan.
Penganugerahan tersebut berlangsung di Ballroom The Alana Yogyakarta, Sabtu (18/7/2026) malam. Acara ini digelar sebagai puncak rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 organisasi para pimpinan redaksi multimedia tersebut.
Ketua Umum FPRMI Bernadus Wilson Lumi menjelaskan, seluruh penerima penghargaan telah melalui proses seleksi yang ketat dan komprehensif. Dari total 124 nama tokoh yang diusulkan oleh berbagai pihak, dewan juri akhirnya menetapkan 67 penerima yang dinilai benar-benar memenuhi kriteria yang telah ditentukan.
"Setelah melalui proses penilaian yang mendalam dan komprehensif, dewan juri menetapkan 67 tokoh yang layak menerima penghargaan Pimred Award dan Pena Emas 2026," kata Bernadus.
Ia menambahkan, ajang penghargaan ini telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraan. Kegiatan ini kini telah bertransformasi menjadi agenda tahunan tetap FPRMI yang selalu diselenggarakan bersamaan dengan peringatan hari jadi organisasi.
Proses penjurian dalam ajang ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers Dewan Pers Yogi Hadi Ismanto. Ia didampingi oleh sejumlah tokoh pers senior, akademisi, serta praktisi komunikasi terkemuka, di antaranya Hendry Ch Bangun, Helmy Halim, Dr. Asep Setiawan, Iqbal Irsyad, Syamsudin Hadi Sutarto, Dr. Budi Nugraha, dan Nurjaman Muchtar.
Ketua Dewan Juri Yogi Hadi Ismanto menegaskan, penghargaan ini tidak semata-mata diberikan berdasarkan prestasi atau kinerja teknis para kandidat di instansinya masing-masing. Juri menitikberatkan penilaian pada aspek komitmen keterbukaan informasi publik.
"Keberpihakan terhadap media, kualitas kerja sama, keterbukaan informasi, dan kemudahan berkomunikasi menjadi indikator penting dalam penilaian. Hal itu mencerminkan komitmen pemimpin dalam membangun hubungan yang sehat, transparan, dan konstruktif dengan pers," ujar Yogi.
Pada kategori tertinggi, yaitu Pena Emas Award, penghargaan diberikan secara selektif kepada tiga tokoh nasional. Mereka adalah Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, dan Kepala Kantor Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.
Sementara itu, penghargaan Pimred Award 2026 diserahkan kepada puluhan tokoh dari berbagai latar belakang jabatan. Kategori ini mencakup jajaran menteri, gubernur, bupati, wali kota, anggota legislatif, aparat penegak hukum, tokoh perempuan, hingga pimpinan perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai memiliki rapor baik dalam menjalin hubungan positif dengan media massa.
Selain malam penganugerahan, perayaan hari jadi FPRMI di Yogyakarta kali ini juga diisi dengan agenda sosial dan kebugaran yang melibatkan masyarakat luas. Rangkaian acara meliputi jamuan makan malam resmi (gala dinner) serta kegiatan olahraga bertajuk "3 Fun" yang terdiri dari jalan sehat (fun walk), sepeda santai (fun bike), dan senam aerobik massal.
Piala Dunia 2026 | 20 jam yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Olahraga | 19 jam yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 16 jam yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu



