Kekeringan Di Keranggan Meluas, Isi 1 Ember Air Butuh 15 Menit
115 KK Di 5 RT Terdampak
SETU-Kekeringan yang terjadi di Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kian meluas. Kini krisis air bersih di wilayah tersebut dialami warga dari lima Rukun Tetangga (RT).
Lima lokasi tersebut berada di RT 001/RW 01, RT 002/RW 01, RT 003/RW 01, RT 004/RW 02, dan RT 013/RW 05 Kelurahan Keranggan. Total warga yang terdampak mencapai 115 Kepala Keluarga (KK). Sebelumnya, sejak awal Juli lalu, kekeringan yang melanda Kelurahan Keranggan terjadi di lima RT dengan 95 KK terdampak.
Penata Layanan Operasional sekaligus Komandan Pleton (Danton) Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kota Tangsel, Dian Wiryawan mengatakan, jumlah wilayah terdampak terus bertambah seiring belum turunnya hujan dalam beberapa pekan terakhir.
"Ya, sampai saat ini sudah ada lima titik yang terdampak kekeringan," ujar Dian saat dikonfirmasi, Minggu (19/7).
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, BPBD bersama sejumlah instansi telah menyalurkan sekitar 37 ribu liter air bersih hingga Jumat (17/7). Distribusi dilakukan secara bertahap dengan melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Kelurahan Keranggan.
"BPBD dibantu beberapa instansi terkait sudah mendistribusikan sekitar 37 ribu liter air bersih. BBWS Ciliwung-Cisadane juga ikut berpartisipasi mengirimkan bantuan air, begitu juga DCKTR, DLH, dan Kelurahan Keranggan," katanya.
Dian menjelaskan, sebelum bantuan disalurkan, kondisi pasokan air di permukiman warga sangat terbatas. Debit air yang keluar dari sumur maupun saluran hanya mampu mengisi satu ember dalam waktu 10 hingga 15 menit.
"Alhamdulillah, sampai Jumat kemarin kebutuhan air sudah bisa kami penuhi. Air kami salurkan ke toren di titik-titik terdampak sehingga warga bisa mengambilnya di sana. Ada juga warga yang langsung mengisi dari mobil tangki," jelasnya.
Meski demikian, BPBD belum bisa memastikan kondisi tersebut akan segera berakhir. Apabila hujan belum turun dalam beberapa hari ke depan, wilayah terdampak diperkirakan akan terus bertambah.
"Kalau sampai hari Rabu belum hujan, kemungkinan titik terdampak akan bertambah atau semakin meluas," pungkas Dian.
Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Tangsel, Ricky Yuanda mengatakan, pemerintah daerah harus terus melakukan upaya mitigasi secara berkelanjutan dan tidak menunggu hingga kondisi kekeringan semakin parah terjadi di Kampung Koceak.
“Kami meminta kepada OPD agar mitigasi dilakukan terus-menerus sehingga kekeringan ini tidak membuat masyarakat kewalahan ataupun membahayakan warga,” kata Ricky.
Menurut Ricky, potensi kekeringan sebenarnya dapat dipetakan lebih awal melalui informasi dan prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dengan demikian, pemerintah memiliki waktu yang cukup untuk menyusun langkah penanganan.(rmn)
Piala Dunia 2026 | 19 jam yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 15 jam yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu



